Indeks Nikkei Ditutup Turun 1,42%: Investor Tahan Diri



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Jepang turun lebih dari 1% pada hari ini, untuk koreksi sesi kedua berturut-turut, karena investor menahan diri setelah reli baru-baru ini. Investor juga waspada terhadap prospek suku bunga AS, imbal hasil yang lebih tinggi, dan ketegangan geopolitik.

Kamis (8/10/2026), indeks Nikkei 225 ditutup turun 1,42% ke 69.042,11, dengan indeks Topix yang lebih luas turun 1,51% menjadi 4.091,46.

"Saham Jepang telah naik dengan cepat sepanjang kemarin, dan aksi ambil untung telah meningkat sejak saat itu. Tekanan jual tersebut tampaknya berlanjut hari ini," kata Hiroki Takei, ahli strategi di Resona Holdings.


Baca Juga: Vietnam Ungkap Negosiasi Kesepakatan Dagang dengan AS Hampir Rampung

Saham-saham terkait AI Jepang lesu bahkan setelah Samsung Electronics, produsen chip memori terbesar di dunia, memproyeksikan peningkatan laba operasional kuartal ketiga hampir sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Saham produsen chip Rohm turun 5,19%, penurunan persentase terbesar dalam hampir sebulan. Sementara, saham investor teknologi SoftBank Group turun 4,28% dan saham Tokyo Electron melemah 2,48%.

Kekhawatiran atas kebijakan moneter AS tetap menjadi fokus setelah risalah Federal Reserve yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan sebagian besar pelaku pasar mengisyaratkan kenaikan suku bunga lagi pada akhir tahun. Pelaku pasar tetap waspada terhadap pasar utang Prancis dan Italia, dengan kenaikan harga energi dan kekhawatiran fiskal yang membuat sentimen tetap rapuh.

Ketegangan geopolitik juga meredam selera risiko, karena peningkatan serangan terhadap kapal di Teluk dan Selat Hormuz memicu kekhawatiran atas pasokan minyak Timur Tengah dan mendorong harga minyak mentah lebih tinggi.

Pergerakan pasar negatif, dengan 165 saham turun di Nikkei 225 dibandingkan dengan 56 saham naik dan empat saham tidak berubah.

Baca Juga: Kepercayaan Konsumen Thailand Turun, Banjir dan Biaya Hidup Jadi Beban

Saham-saham dengan penurunan persentase terbesar di indeks Nikkei adalah pemasok wafer silikon semikonduktor Sumco yang turun 5,73%, diikuti oleh produsen mesin konstruksi Komatsu melemah 5,52%, dan saham produsen mesin dan peralatan pertanian Kubota Corporation, turun 5,42%.

Saham-saham dengan kenaikan persentase terbesar adalah saham perusahaan perangkat lunak keamanan siber Trend Micro, naik 3,89%, diikuti oleh perusahaan konsultan TI Nomura Research Institute, yang menguat hampir 3%, dan produsen peralatan kantor Ricoh, naik 2,33%.