Indeks Nikkei Jepang Anjlok Pagi Ini: Terbebani Harga Minyak dan Imbal Hasil Obligasi



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Jepang jatuh tajam pada hari ini karena lonjakan imbal hasil obligasi global dan kenaikan harga minyak membebani sentimen.

Selasa (29/9/2026) pukul 09.15 WIB, indeks acuan Nikkei 225 merosot 1,23% menjadi 65.070,58 pada perdagangan awal, dan diperkirakan akan mengalami penurunan kedua berturut-turut. Sejalan, indeks Topix yang lebih luas turun 1,75% menjadi 4.040,16.

Penurunan harga saham ini mengikuti penurunan semalam di pasar saham Amerika Serikat (AS), karena kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah memicu kekhawatiran inflasi dan kekhawatiran bahwa kebijakan moneter akan tetap ketat.


Tekanan juga meningkat di Jepang, dengan imbal hasil obligasi Jepang itu berada di dekat level tertinggi dalam beberapa dekade.

Baca Juga: Bursa Asia Tertekan Selasa (29/9), Yield US Treasury Tembus Level Tertinggi 19 Tahun

Para pejabat AS dan Iran berbicara secara terpisah dengan mediator pada hari Senin (28/9/2026) sebagai bagian dari upaya baru untuk mengakhiri perang selama tujuh bulan yang telah mengguncang pasar energi.

"Tampaknya wajar untuk mengatakan bahwa kekhawatiran tentang inflasi, dan kenaikan suku bunga yang diakibatkannya, membebani pasar saham," kata Wataru Akiyama, seorang ahli strategi ekuitas di Nomura Securities.

"Mengenai saham-saham terkait AI, yang telah menjadi kekuatan pendorong di pasar saham Jepang, ada persepsi yang berkembang bahwa saham-saham tersebut relatif terlalu mahal dalam konteks kenaikan suku bunga."

Di Nikkei, 26 saham naik dan 199 saham turun. Saham yang paling banyak turun adalah NEXON ambles 14,57%, diikuti oleh saham Idemitsu Kosan yang turun 5,1%, dan Chubu Electric melemah 4,46%.

Saham dengan kenaikan terbesar adalah Tokai Carbon naik 3,29%, diikuti oleh saham Screen Holdings menguat 2,65%, dan saham Lasertec naik 2,48%.