Indeks Nikkei Jepang Berbalik Naik 0,5% Selasa (25/8), Saham Chip Jadi Penopang



KONTAN.CO.ID - Indeks Nikkei Jepang berbalik menguat pada perdagangan Selasa (25/8/2026), setelah sempat anjlok hingga 1,4% pada awal sesi.

Penguatan saham semikonduktor yang mengikuti rebound pasar saham Korea Selatan menjadi salah satu penopang.

Baca Juga: Selat Hormuz Makin Sepi, Transit Kapal Komoditas Capai Titik Terendah 3 Bulan


Mengutip Reuters, indeks Nikkei ditutup naik 0,5% menjadi 65.856,43. Sementara itu, indeks Topix juga menguat 0,5% ke level 4.093,67.

"Topix diperdagangkan lebih tinggi sejak pembukaan, yang berarti aliran dana masuk ke saham-saham Jepang," kata Shuji Hosoi, senior strategist Daiwa Securities.

Menurut Hosoi, saham-saham terkait chip sempat menekan Nikkei. Namun, pergerakan tersebut berbalik setelah indeks acuan Korea Selatan juga bangkit dari posisi terendah.

Saham Jepang dan Korea Selatan sebelumnya melemah pada awal perdagangan, mengikuti penurunan Wall Street.

Investor masih melakukan aksi jual terhadap saham semikonduktor secara global menjelang laporan kinerja Nvidia.

Di Korea Selatan, saham Samsung Electronics berbalik menguat 0,19%, sementara indeks KOSPI naik 0,68%.

Di Jepang, saham produsen peralatan chip Tokyo Electron berbalik menguat 0,47%. Saham produsen chip memori Kioxia juga naik 0,65%.

Sementara saham perusahaan peralatan pengujian chip Advantest memangkas penurunan dan ditutup melemah 0,14%.

Baca Juga: Serikat Pekerja Hyundai Capai Kesepakatan, Mogok Terpanjang 10 Tahun Berakhir

Investor Tunggu Kinerja Nvidia

Indeks S&P 500 dan Nasdaq sebelumnya ditutup melemah pada Senin (24/8), tertekan saham teknologi. Investor mempertimbangkan sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran sekaligus menantikan laporan inflasi yang menjadi perhatian pasar pada pekan ini.

Laporan keuangan kuartalan Nvidia menjadi salah satu katalis utama yang ditunggu investor. Pasar akan mencermati apakah pertumbuhan perusahaan semikonduktor tersebut masih mampu memenuhi ekspektasi tinggi.

Setiap indikasi perlambatan pertumbuhan Nvidia berpotensi kembali memicu kekhawatiran terhadap valuasi saham teknologi yang dinilai sudah tinggi.

Baca Juga: Harga Minyak Lanjutkan Penurunan Selasa (25/8), Abaikan Sanksi Terbaru AS ke Iran

Saham Nvidia sendiri telah melemah selama tujuh sesi perdagangan berturut-turut.

Di pasar Jepang, sektor pelayaran menjadi sektor dengan kinerja terlemah di antara 33 subsektor industri Bursa Efek Tokyo (TSE), dengan penurunan 0,91%.

Penguatan Nikkei pada Selasa menunjukkan investor mulai kembali memburu saham Jepang setelah tekanan jual pada saham chip mereda mengikuti pemulihan pasar Korea Selatan.