Indeks Nikkei Jepang Ditutup Melemah: Timur Tengah Panas Kalahkan Antusiasme ke AI



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Jepang ditutup melemah karena eskalasi krisis Timur Tengah menekan antusiasme yang kembali muncul terhadap perusahaan-perusahaan terkait AI.

Rabu (9/9/2026), indeks acuan Nikkei 225 naik hampir sepanjang perdagangan hari ini, bahkan sempat menguat hingga 0,8%, sebelum kehilangan momentum dan berakhir ditutup melemah 0,19% ke 65.142,78.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas ditutup turun 0,09% menjadi 4.046,64.


Baca Juga: Harga Minyak Brent Tembus ke US$ 100, Seiring Meningkatnya Konflik di Timur Tengah

Sentimen bagi bursa saham di kawasan datang setelah Iran mengatakan, telah menembakkan rudal balistik ke pangkalan di Yordania yang digunakan oleh militer Amerika Serikat (AS) dan menyerang 10 kapal pada hari Rabu, setelah AS mengatakan telah menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran.

Berita semalam bahwa Verizon menandatangani kesepakatan miliaran dolar dengan Corning untuk memasok serat optik kepadatan tinggi untuk infrastruktur AI meningkatkan harga saham produsen kabel Jepang seperti Fujikura, kata Maki Sawada, seorang ahli strategi ekuitas di Nomura Securities.

"Dengan memburuknya situasi di Timur Tengah, harga minyak mentah naik dan kekhawatiran atas percepatan inflasi tampaknya membebani saham Jepang," kata Sawada.

"Di sisi lain, saham-saham semikonduktor dan yang terkait dengan AI menunjukkan kinerja yang kuat."

Kepercayaan bisnis di antara para produsen besar Jepang meningkat pada bulan September ke level tertinggi sejak Desember 2021, didukung oleh permintaan yang kuat terkait semikonduktor dan pusat data, menurut jajak pendapat bulanan Reuters pada hari Rabu.

Pergerakan hampir merata, dengan 113 saham naik di Nikkei 225 dibandingkan dengan 110 saham turun dan dua saham tidak berubah.

Baca Juga: Permintaan Minyak China Diproyeksi Turun 600.000 Barel per Hari pada 2026

Saham yang mengalami penurunan terbesar adalah Kyowa Kirin yang anjlok 5,88%, diikuti oleh DeNA turun 4,65% dan Sumitomo Pharma  melemah 4,33%.

Saham-saham dengan kenaikan persentase terbesar dalam indeks tersebut adalah Furukawa Electric melonjak 12,63%, diikuti oleh saham Tokai Carbon naik 9,27% dan mencatat penutupan tertinggi sejak Oktober 2018, dan Fujikura, yang naik 8,07%