Indeks Nikkei Jepang Jatuh Kamis (12/3), Harga Minyak Naik di Tengah Konflik Timteng



KONTAN.CO.ID - Indeks saham Jepang melemah pada Kamis (12/3/2026) seiring lonjakan harga minyak global dan meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran dapat berlangsung lebih lama.

Melansir Reuters, Indeks utama Jepang Nikkei 225 turun 1,3% ke level 54.323,47 pada awal perdagangan, sementara indeks yang lebih luas TOPIX melemah 1,13% ke posisi 3.656,85.

Baca Juga: Bursa Asia Terkoreksi Kamis (12/3), Harga Minyak Naik, Iran Serang Kapal di Teluk


Manajer portofolio senior di GCI Asset Management Takamasa Ikeda mengatakan, pasar mulai memperkirakan konflik di Timur Tengah akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan.

“Pasar bertaruh bahwa perang ini akan berkepanjangan. Harga minyak naik dan itu mendorong investor menjual saham,” ujarnya.

Harga minyak global melonjak hampir 5% pada perdagangan sebelumnya setelah serangan baru terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi.

Para analis menilai rencana International Energy Agency (IEA) untuk melepas cadangan minyak dalam jumlah besar masih belum cukup meredakan kekhawatiran pasar.

Baca Juga: Intelijen AS: Pemerintah Iran Masih Kuat Meski Digempur Habis-habisan 2 Pekan

Sebagai negara yang bergantung pada impor energi, Jepang menyatakan akan melepas sekitar 80 juta barel minyak dari cadangan strategisnya.

Jumlah tersebut setara dengan pasokan sekitar 45 hari guna membantu meredam gangguan pasokan global.

Di sektor saham, perusahaan teknologi menjadi penekan utama indeks. Saham Advantest turun 2,5%, sementara SoftBank Group merosot 3,93%. Saham produsen peralatan semikonduktor Tokyo Electron juga turun 1,53%.

Dari 33 subsektor industri di Tokyo Stock Exchange, hampir semuanya mengalami penurunan. Sektor properti menjadi yang terburuk dengan penurunan 2,96%, sementara sektor pertambangan justru naik 0,85%.

Baca Juga: Kontribusi ke IEA: AS Bakal Lepas 172 Juta Barel dari Cadangan Minyak

Di tengah tren pelemahan pasar, saham produsen alat berat Kawasaki Heavy Industries justru menguat 2,95% dan menjadi saham dengan kenaikan persentase terbesar di indeks Nikkei.