Indeks Nikkei Jepang Melonjak 2% Senin (10/8), Saham AI dan Chip Jadi Penopang



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang menguat pada perdagangan Senin (10/8/2026), didorong reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor yang mengikuti penguatan Wall Street.

Namun, kekhawatiran terkait konflik di Timur Tengah membatasi kenaikan indeks.

Baca Juga: Bursa Australia Melemah Senin (10/8), Saham Westpac Anjlok Jelang Keputusan RBA


Melansir Reuters, Indeks Nikkei 225 naik 2% menjadi 66.927,61 pada 01.26 GMT. Sementara itu, indeks Topix menguat 0,44% ke level 4.092,93.

Senior Strategist Daiwa Securities Daisuke Hashizume mengatakan, kenaikan saham-saham terkait semikonduktor menjadi salah satu penopang utama Nikkei.

Selain itu, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) juga mendorong sentimen positif di pasar.

"Kenaikan saham-saham terkait chip menopang Nikkei. Berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi pendorongnya," ujar Hashizume.

Sebelumnya, saham-saham AS menguat pada Jumat (7/8), dengan indeks S&P 500 mencatat rekor penutupan setelah data menunjukkan ekonomi AS secara tak terduga kehilangan lapangan pekerjaan pada bulan lalu.

Data tersebut menurunkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan September.

Baca Juga: Jepang Catat Defisit Transaksi Berjalan Pertama dalam 17 Bulan

Saham Chip dan AI Menguat

Di bursa Jepang, saham perusahaan semikonduktor Advantest naik 5,3%, sedangkan Tokyo Electron menguat 3,4%.

Saham Fujikura juga melonjak 7%, melanjutkan reli setelah produsen kabel serat optik tersebut menaikkan proyeksi laba bersih tahunan pada Jumat.

Saham Ibiden, pemasok komponen untuk Nvidia yang menjadi salah satu perusahaan utama dalam perkembangan AI, turut menguat 6,28%.

Sementara itu, saham Recruit Holdings belum diperdagangkan karena membanjirnya antrean beli.

Saham perusahaan penyedia jasa ketenagakerjaan tersebut berada pada batas atas kenaikan harian di level 16.165 yen, atau melonjak 22,79% dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Kenaikan tersebut terjadi setelah Recruit Holdings merevisi proyeksi kinerja tahunan dan hasilnya melampaui ekspektasi pasar.

Namun, tidak seluruh saham teknologi bergerak positif. Saham Fast Retailing, pemilik merek Uniqlo, turun tipis 0,23%.

Sementara itu, saham Mitsui Kinzoku anjlok 17%. Produsen material untuk baterai lithium-ion tersebut memangkas proyeksi laba bersih tahunan, dengan proyeksi baru berada di bawah ekspektasi pasar.

Baca Juga: Iran Syaratkan Kompensasi dan Pencabutan Sanksi AS untuk Buka Selat Hormuz

Kekhawatiran Timur Tengah Membatasi Penguatan

Meski sentimen terhadap saham teknologi positif, investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.

Iran sebelumnya mengatakan kesepakatan dengan Oman untuk menentukan jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir.

Namun, Iran menegaskan Amerika Serikat masih harus memenuhi sejumlah tuntutan sebelum jalur pelayaran strategis tersebut kembali dibuka.

Ketidakpastian tersebut menjadi faktor yang membatasi penguatan pasar saham Jepang.

Baca Juga: Bos LaLiga Javier Tebas Kritik FIFA: Era Infantino Harus Berakhir

Hashizume mengatakan aktivitas perdagangan juga cenderung sepi karena Jepang tengah memasuki periode libur musim panas Obon.

Menjelang akhir pekan, indeks utama diperkirakan bergerak terbatas karena minimnya katalis yang mampu menggerakkan pasar.