Indeks Nikkei Jepang Menguat 1,56% Rabu (21/10), Saham AI Jadi Pendorong



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026), didorong optimisme terhadap prospek permintaan di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Melansir Reuters, indeks Nikkei 225 naik 1,56% ke level 65.074,56 pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix yang mencerminkan pergerakan saham yang lebih luas menguat 1,03% menjadi 4.050,65.

Baca Juga: Dolar AS Tertekan Rabu (21/10), Dolar Australia Menguat Berkat Sinyal Kenaikan Bunga


Penguatan bursa Jepang mengikuti kenaikan saham-saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sebelumnya. Sentimen positif terhadap sektor AI turut menopang pasar, setelah SpaceX mencatatkan laba pertamanya sebagai perusahaan publik.

Selain itu, ByteDance, Alibaba, dan Tencent dilaporkan telah memesan lebih dari 3 juta unit GPU Nvidia RTX PRO 5500 dengan nilai transaksi melampaui US$ 35 miliar.

Kabar tersebut memperkuat ekspektasi terhadap besarnya kebutuhan infrastruktur komputasi untuk pengembangan AI.

Dari sisi ekonomi, ekspor Jepang pada September 2026 tumbuh 16,7% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Meski lebih rendah dari perkiraan pasar, pertumbuhan tersebut menunjukkan permintaan yang masih kuat terhadap semikonduktor dan produk terkait AI.

Baca Juga: Ekspor Jepang Tumbuh 16,7% pada September 2026, Ditopang Permintaan Chip AI

Analis Monex Securities Yoshitaka Araya mengatakan, penguatan pasar saham AS menjadi salah satu faktor yang mendukung pergerakan bursa Jepang.

“Setelah pasar AS menunjukkan penguatan, pasar Jepang diperkirakan dibuka hari ini dengan pembeli berada dalam posisi dominan,” kata Araya dalam laporannya.

Di antara saham-saham yang tergabung dalam Nikkei 225, sebanyak 140 saham menguat, sedangkan 85 saham melemah.

Mitsui Kinzoku menjadi saham dengan kenaikan persentase terbesar, yakni 7,10%. Posisi berikutnya ditempati Ibiden yang naik 5,92% dan JX Advanced Meta yang menguat 5,22%.

Sebaliknya, Toho mencatatkan penurunan terdalam sebesar 3,41%, diikuti Shift yang melemah 2,88% dan Aeon yang turun 2,46%.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Rabu (21/10), Pasar Menanti Sinyal Suku Bunga The Fed