KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Jepang ditutup menguat karena saham-saham terkait chip melonjak setelah penutupan yang solid di Wall Street di sesi sebelumnya dan prospek kuat dari pembuat peralatan chip ASML. Rabu (15/7/2026), indeks Nikkei ditutup menguat 1,49% pada 68.751,51 dan indeks Topix yang lebih luas melonjak 1,22% menjadi 4.088,12.
Kenaikan indeks Nikkei sejalan dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq yang naik pada perdagangan hari Selasa (14/7/2026), karena hasil yang solid dari bank-bank besar dan laporan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan meningkatkan selera risiko di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Indeks semikonduktor AS, barometer untuk saham-saham terkait chip Jepang, naik 2,54%. ASML menaikkan perkiraan keuangannya untuk tahun 2026 selama perdagangan Asia, dan mengatakan akan memperluas kapasitas setelah melaporkan pendapatan kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan, didorong oleh permintaan AI. "Pasar merasa lega karena pendapatan ASML kuat," kata Fumio Matsumoto, kepala strategi di Okasan Securities.
Baca Juga: Reli Harga Minyak Terus Berlanjut, Seiring Memburuknya Permusuhan di Timur Tengah "Namun, investor tidak sepenuhnya yakin akan kembalinya reli kuat saham AI, dan mereka mungkin akan terus menyesuaikan posisi antar sektor." Reli indeks Nikkei yang didominasi saham teknologi terhenti bulan lalu karena kekhawatiran global atas valuasi saham teknologi yang terlalu tinggi, tetapi sentimen tetap kuat karena investor mengalihkan fokus mereka ke saham bernilai, seperti saham keuangan.
Pada hari Rabu, saham pesaing ASML, Tokyo Electron, naik 4,37%, dan produsen peralatan pengujian chip, Advantest, naik 5,83%. Saham keuangan naik, dengan Mitsubishi UFJ Financial Group dan Nomura Holdings masing-masing naik 2,69% dan 4,7%. Saham pengembang sistem turun setelah penurunan 25% pada IBM semalam setelah perusahaan AS tersebut memperingatkan pendapatan kuartal kedua akan berada di bawah perkiraan. Di sisi ini, saham NEC dan Nomura Research masing-masing turun 4,32% dan 2,51%, sementara saham produsen komputer Fujitsu kehilangan 4,7%. Saham perusahaan konsultan BayCurrent turun 6,79%. Di sisi lain, saham SoftBank Group turun 3,26%, yang paling membebani indeks Nikkei. Pemilik merek Uniqlo, Fast Retailing, turun 0,49%.