Indeks Nikkei Jepang Naik 1% Senin (6/4) Pagi, Fokus pada Potensi Kesepakatan Iran



KONTAN.CO.ID - Rata-rata saham Nikkei Jepang naik pada Senin (6/4/2026), karena investor sebagian besar mengabaikan ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump untuk menyerang infrastruktur Iran, dan lebih fokus pada tanda-tanda konflik Timur Tengah bisa mereda.

Melansir Reuters, indeks Nikkei naik 1,10% menjadi 53.709,58 pada pukul 01:16 GMT, sementara indeks Topix yang lebih luas menguat 0,53% ke 3.664,43.

Pada Minggu (5/4/2026), Trump memperingatkan bahwa AS bisa menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran secepat Selasa jika Selat Hormuz yang strategis tidak dibuka kembali.


Baca Juga: Irak Minta Pelanggan Kirim Jadwal Pengapalan Minyak Usai Diberi Pengecualian Hormuz

Ancaman berulang Trump terhadap infrastruktur sipil membuat pedagang global waspada terhadap kemungkinan serangan balasan Iran ke target di negara-negara Teluk.

Namun, Trump juga menyinggung kemungkinan terjadinya terobosan diplomatik, dengan menyatakan kesepakatan dengan Iran bisa tercapai secepat Senin, dan negosiasi dengan Iran sudah berlangsung, menurut laporan Fox News.

“Trump sudah seperti anak yang berteriak serigala,” kata Takamasa Ikeda, manajer portofolio senior di GCI Asset Management.

“Jika dia benar-benar ingin menyerang fasilitas Iran, itu sudah dilakukan. Pasar mulai mengamati kemungkinan penarikan AS dan awal negosiasi pascakonflik antarnegara sekutu tanpa AS.”

Nikkei diperkirakan akan menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, meski masih terlalu dini untuk optimistis dengan yen yang tetap lemah terhadap dolar dan harga minyak yang masih berada di tekanan naik.

Di Jepang, saham terkait chip dan kecerdasan buatan naik, dengan Advantest dan SoftBank Group masing-masing menguat 2,9% dan 1,7%. Saham Tokyo Electron naik 1%.

Baca Juga: Satu Pabrik di China Bertahan di Tengah Tarif Trump, Perang Dagang, dan Kekacauan

Sektor energi juga menguat, dengan perusahaan penyuling minyak dan penjelajah energi masing-masing naik lebih dari 1%.

Sementara itu, perusahaan asuransi T&D Holdings menjadi pelemah terbesar Nikkei dengan turun 6,2%.

Dari lebih 1.600 saham yang diperdagangkan di pasar utama Bursa Efek Tokyo, 76% naik, 19% turun, dan 3% bergerak datar.