KONTAN.CO.ID - Indeks saham Jepang mencapai rekor baru pada perdagangan Kamis (18/6/2026) setelah sentimen pasar membaik menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang meredakan kekhawatiran geopolitik global. Melansir
Reuters, Indeks acuan Nikkei 225 melonjak 1,88% ke level 71.219,45, setelah sempat menyentuh rekor intraday di posisi 71.293,64. Ini menjadi kali pertama indeks utama Jepang tersebut menembus level psikologis 71.000.
Baca Juga: Taiwan Kritik Tawaran China Terkait Siaran Piala Dunia, Sebut Tak Relevan Sementara itu, indeks yang lebih luas, Topix, menguat 1,67% ke level 4.080,26. Penguatan pasar terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran merilis teks kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik yang berlangsung di antara kedua negara. Kesepakatan tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko dan mendorong reli di pasar saham global. Meski demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap memperingatkan bahwa Washington dapat kembali melancarkan serangan apabila Iran tidak mematuhi isi kesepakatan yang telah dicapai.
Baca Juga: Ekonomi Selandia Baru Tumbuh 0,8% pada Kuartal I-2026, Konflik Iran Masih Membayangi Selain sentimen geopolitik, pasar Asia juga merespons hasil pertemuan Federal Reserve (The Fed) yang memutuskan mempertahankan suku bunga acuan. Sikap bank sentral AS yang cenderung hawkish mendorong penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama. Yen Jepang melemah hingga mendekati level terendah dalam hampir dua tahun terakhir terhadap dolar AS. Pergerakan tersebut mendekati level yang sebelumnya sempat memicu intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing. Saham-saham sektor semikonduktor menjadi motor utama penguatan Nikkei. Saham perusahaan desain chip Socionext melonjak 9,19%, sementara saham produsen peralatan chip Screen Holdings naik 4,96%.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Aturan FIFA soal Diaspora Ubah Peta Persaingan Tim Nasional Sektor keuangan juga mencatatkan kinerja positif. Saham Mitsubishi UFJ Financial Group menguat 2,44% seiring ekspektasi bahwa suku bunga yang lebih tinggi dapat mendukung margin keuntungan perbankan. Sebaliknya, saham sektor transportasi laut bergerak melemah. Saham Nippon Yusen turun 2,08% di tengah meredanya premi risiko geopolitik setelah tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran. Dari total 225 saham yang tergabung dalam indeks Nikkei, sebanyak 144 saham ditutup menguat, sementara 75 saham mengalami penurunan.