KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Jepang turun karena investor tetap waspada terhadap intervensi pembelian yen lebih lanjut dan menunggu hasil kuartalan Toyota Motor yang dirilis pada hari ini. Selasa (4/8/2026), indeks Nikkei turun 0,11% menjadi 63.684,85 di akhir sesi pertama.
Sementara, indeks Topix yang lebih luas turun 0,26% menjadi 3.949,90. Indeks Nikkei turun hampir 1% pada hari Senin (3/8/2026) setelah Kementerian Keuangan Jepang mengatakan Tokyo dan Washington telah melakukan intervensi pembelian yen terkoordinasi dan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan lebih lanjut.
"Setelah intervensi mata uang, nilai tukar dolar/yen bergerak tajam menguntungkan yen dari sekitar 163. Pihak berwenang juga mengindikasikan mereka dapat melakukan intervensi lagi jika yen melemah lebih lanjut, jadi kehati-hatian tetap diperlukan," kata Shuutarou Yasuda, analis pasar di Tokai Tokyo Intelligence Laboratory seperti dikutip dari Reuters.
Baca Juga: Won Korea Selatan Jadi Mata Uang Asia Terkuat, Rupiah Melemah ke Rp 18.000 per Dolar Dolar AS diperdagangkan pada 157,5 yen, naik 0,22%. Yen yang lebih kuat mengurangi nilai pendapatan luar negeri bagi banyak eksportir besar Jepang. Saham-saham raksasa Jepang yang terkait dengan AI menunjukkan pergerakan yang beragam, dengan saham konglomerat investasi teknologi SoftBank Group anjlok 4,5%.
Sedangkan, saham produsen kabel dan serat optik Fujikura melonjak 5%. Toyota Motor, produsen mobil terbesar di dunia, diperkirakan akan mencatatkan penurunan laba operasional kuartalan kelima berturut-turut, terpukul oleh penjualan kendaraan yang lebih lemah dan biaya yang meningkat. Investor juga mungkin akan mencermati asumsi nilai tukar Toyota dan panduan terkait, mengingat sensitivitas pendapatannya terhadap fluktuasi mata uang, kata Hiroshi Namioka, kepala strategi di T&D Asset Management.
Secara keseluruhan, pergerakan pasar saham negatif, dengan 141 saham yang turun di indeks Nikkei dibandingkan dengan 83 saham yang naik dan satu saham yang tidak berubah. Saham yang mengalami penurunan terbesar berdasarkan persentase dalam indeks tersebut adalah perusahaan pengolahan daging NH Foods, yang ambles 8,69%, diikuti oleh saham perusahaan pengiriman paket dan logistik Yamato Holdings, yang turun 5,63%, setelah pendapatan mereka mengecewakan investor.
Baca Juga: Gelombang Panas di Korea Selatan Menewaskan 16 Orang, Suhu Tertinggi dalam 122 Tahun Saham yang mengalami kenaikan terbesar berdasarkan persentase dalam indeks tersebut adalah produsen kabel dan komponen Furukawa Electric, melonjak 9,97%, diikuti oleh perusahaan farmasi Otsuka Holdings, yang naik 7,09%.