Indeks Nikkei Melonjak Lebih dari 3%, Didorong Reli Saham AI & Prospek yang Kuat



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Jepang naik lebih dari 3% pada hari ini karena saham-saham terkait AI melonjak mengikuti pergerakan saham serupa di bursa saham Amerika Serikat (AS), dan para investor memborong saham-saham dengan prospek kinerja yang kuat.

Rabu (5/8/2026) pukul 08.45 WIB, indeks Nikkei naik 3,16% ke level 65.979,02 sementara indeks Topix yang lebih luas naik 1,52% ke level 4.022,18.

Pada sesi sebelumnya, indeks S&P 500 dan Dow ditutup pada rekor tertinggi pada hari Selasa (4/8/2026), didorong oleh laporan laba terbaru dari perusahaan-perusahaan terkait AI seperti Caterpillar dan Palantir yang meredakan kekhawatiran mengenai permintaan.


Di sisi lain, harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) turun di tengah harapan tercapainya kesepakatan terkait konflik Iran.

Baca Juga: Yen Stabil Usai Intervensi, Dolar AS Bertahan di Dekat Level Terendah Enam Pekan

Pada sesi ini, saham produsen peralatan pengujian cip Advantest dan produsen peralatan pembuatan cip Tokyo Electron masing-masing naik 8% dan 4%, mengikuti kenaikan 6,6% pada indeks Philadelphia Semiconductor semalam.

Indeks cip AS tersebut naik untuk sesi keempat berturut-turut setelah sempat anjlok 20,6% pada bulan Juli.

Murata Manufacturing, produsen utama kapasitor keramik multilapis (MLCC) yang digunakan untuk mengatur daya pada server AI, melonjak 8,33% setelah menaikkan perkiraan laba bersih tahunannya.

"Dibandingkan masa lalu, lebih banyak perusahaan menaikkan prospek tahunan mereka pada kuartal pertama; ini berarti mereka sebelumnya membuat perkiraan yang konservatif akibat dampak perang di Timur Tengah," ujar Daisuke Hashizume, ahli strategi senior di Daiwa Securities.

"Serangkaian revisi naik atas perkiraan kinerja perusahaan-perusahaan Jepang merupakan faktor positif bagi pasar ekuitas secara keseluruhan," katanya.

Saham Fanuc naik 3,67% setelah produsen robot tersebut menaikkan perkiraan laba bersih tahunannya. Saham perbankan turut menguat, dengan Mitsubishi UFJ Financial Group dan Mizuho Financial Group masing-masing naik lebih dari 1%.

Baca Juga: Starbucks Korea Selatan Terseret Kasus Dugaan Penghinaan Korban Demonstrasi 1980

Berlawanan dengan tren tersebut, pemilik merek Uniqlo, Fast Retailing, turun 1,82% dan menjadi penekan terbesar bagi indeks Nikkei.

Setali tiga uang, saham produsen AC Daikin Industries turun 8%, mencatatkan penurunan persentase terbesar di indeks Nikkei.