Indeks Nikkei Meroket 3,4% Pimpin Reli Asia, Ini Pemicu Kenaikan Bursa Asia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia kompak menguat pada perdagangan pagi hari ini. Selasa (13/1/2026) pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 melonjak 3,34% ke 53.676,06. Disusul, indeks Hang Seng dibuka menguat 1,32% ke 26.958,52.

Sementara itu, indeks Taiex terlihat menguat 1,3% menjadi 30.965,33 dan indeks Kospi melonjak 1,04% ke 4.672,77. Sementara itu, indeks ASX 200 berhasil menguat 0,94% ke 8.841,3.

Di sisi lain, FTSE Straits Times menguat 0,31% ke 4.781,44 dan FTSE Malay KLCI naik 0,23% ke 1.699,3. 


Pasar Asia-Pasifik dibuka menguat karena para pedagang mengabaikan titik-titik konflik geopolitik di Iran dan Venezuela, serta penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve (Th Fed) Jerome Powell.

Indeks acuan Nikkei 225 Jepang melonjak 3,4% untuk memimpin kenaikan di kawasan tersebut setelah melanjutkan perdagangan setelah libur, sementara Topix naik 2,13%. 

Baca Juga: 3 Saham Properti dapat Rekomendasi Beli: Intip Target Harga BSDE, SMRA, CTRA

Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di Jepang diperkirakan akan membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat negara itu akhir bulan ini dan memilih pemilihan umum sela yang kemungkinan akan diadakan pada bulan Februari, menurut lembaga penyiaran publik NHK.

Saham-saham unggulan indeks seperti SoftBank naik hingga 5%, sementara Advantest dan Tokyo Electron masing-masing melonjak 8,99% dan 8,31%.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun naik lebih dari 5 basis poin menjadi 2,15%. Sementara, imbal hasil obligasi 20 tahun melonjak lebih dari 8 basis poin menjadi 3,137%.

Yen Jepang melemah sedikit ke level terendah satu tahun di 158,25 per dolar.

Di sisi lai, indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,62%, sementara indeks Kosdaq untuk perusahaan kecil turun 0,30%.

Para pedagang juga akan mengawasi harga minyak dengan cermat di tengah protes yang sedang berlangsung di Iran. Presiden Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan opsi intervensi di Iran, menurut beberapa laporan pada hari Minggu.

Trump, dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Senin di Amerika Serikat mengatakan bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan menghadapi tarif 25% "untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat." Tarif baru untuk impor dari mitra dagang Iran tersebut "berlaku segera."

Sedangkan, harga minyak mentah jenis Brent naik 1,52% menjadi US$ 64,3 per barel dengan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 0,44% ke US$ 59,76 per barel di pagi ini.

Baca Juga: Tren Saham Papan Akselerasi Berlanjut 2026, Cek Kriteria Emiten Pilihan Baru

Kontrak berjangka ekuitas AS datar pada awal jam perdagangan Asia, menjelang data inflasi konsumen AS dan hasil pendapatan bank-bank utama.

Semalam di AS, saham-saham pulih dari titik terendah sesi, dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa.

Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,16% ke 6.977,27, indeks Dow Jones Industrial Average naik 86,13 poin, atau 0,17%, menjadi 49.590,20. Kedua indeks tersebut menyentuh rekor tertinggi intraday baru sepanjang masa dan ditutup pada rekor tertinggi. 

Sedangkan, indeks Nasdaq Composite ditutup menguat 0,26% menjadi 23.733,90.

Selanjutnya: Tekanan Likuiditas Mengintai APBN 2026 di Tengah Lonjakan Belanja Pemerintah

Menarik Dibaca: Melesat Tinggi, Cek Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Selasa (13/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News