Indeks Nikkei Sentuh Level Terendah dalam Satu Bulan, Mengekor Pelemahan Wall Street



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Indeks Nikkei Jepang turun lebih dari 2% ke level terendah dalam satu bulan pada Selasa (16/4), karena penurunan saham teknologi yang mengekor pelemahan Wall Street.

Mengutip Reuters, Selasa (16/4), indeks Nikkei turun 2,11% menjadi 38,405.58, terendah sejak 14 Maret, di akhir perdagangan sesi I hari ini. Sedangkan indeks Topix telah jatuh 1,82% menjadi 2,703.20.

“Saham Jepang mengikuti penurunan ekuitas AS semalam,” kata Shuutarou Yasuda, analis pasar di Tokai Tokyo Intelligence Laboratory.


Saham-saham AS ditutup melemah tajam karena lonjakan imbal hasil Treasury dan kekhawatiran terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel.

Baca Juga: Asian Shares Slide on Fed Rate Cut Rethink; China GDP in Focus

“Pelemahan yen tidak membantu mengangkat minat terhadap saham-saham lokal karena yen tetap mempertahankan momentumnya terhadap mata uang lain. Hanya saja dolar menguat terhadap mata uang lain,” kata Yasuda.

Dolar berada di level tertinggi sejak awal November pada hari Selasa, dengan yen melemah ke level terendah sejak tahun 1990 menyusul penjualan ritel AS yang lebih tinggi dari perkiraan.

Di Jepang, saham pembuat peralatan pembuat chip Tokyo Electron turun 4,15% menjadi hambatan terbesar pada Nikkei, sementara saham pembuat peralatan pengujian chip Advantest turun 4,08%.

Saham pemilik merek Uniqlo, Fast Retailing, turun 2,45%.

Saham J.Front Retailing melorot 6,52% setelah operator department store itu memangkas perkiraan laba tahunannya. Sementara saham Isetan Mitsukoshi Holdings turun 7,53% menjadi top losers di Nikkei.

Baca Juga: Nikkei Jepang turun 1% Senin (15/4), Risk-off Melanda Pasar Setelah Serangan Iran

Melawan tren, saham Toho melonjak 6,92% setelah operator bioskop tersebut membukukan kenaikan laba bersih tahunan sebesar 35,5% dan mengumumkan program pembelian kembali saham.

Saham Nidec melonjak 6,17% setelah pembuat motor tersebut mengumumkan perluasan kapasitas produksi sepuluh kali lipat di Thailand untuk membuat modul pendingin air untuk server AI.

Dari 225 saham di Nikkei, 21 saham menguat dan 204 melemah.

Editor: Herlina Kartika Dewi