Indeks Nikkei Tergelincir dari Rekor Tertinggi Jumat (8/5), Saham SoftBank Tertekan



KONTAN.CO.ID - Indeks saham Jepang Nikkei terkoreksi pada perdagangan Jumat (8/5/2026) setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru.

Pelemahan dipicu turunnya saham SoftBank Group serta memburuknya sentimen pasar akibat kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Melansir Reuters pada pukul 01.04 GMT, indeks Nikkei turun 0,3% ke level 62.636,00. Sehari sebelumnya, indeks ini melonjak 5,6% dan ditutup di rekor tertinggi setelah untuk pertama kalinya menembus level psikologis 63.000.


Baca Juga: China Tinggalkan Diesel? Penjualan Truk Listrik Melesat di Tengah Krisis Timur Tengah

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas melemah 0,66% menjadi 3.815,09.

“Dibandingkan lonjakan tajam pada sesi sebelumnya, pelemahan pasar hari ini masih relatif terbatas,” ujar Chief Strategist Asset Management One, Hitoshi Asaoka.

Sentimen pasar juga tertekan oleh kenaikan harga minyak setelah AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan, sehingga menimbulkan keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata di Timur Tengah.

Saham investor teknologi SoftBank Group turun 4,6% dan menjadi penekan terbesar bagi Nikkei.

Pelemahan ini mengikuti anjloknya saham Arm Holdings yang tercatat di AS akibat kekhawatiran terhadap lemahnya pasar smartphone dan pasokan chip AI.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 1% Jumat (8/5) Pagi, AS dan Iran Kembali Saling Serang

Saham produsen kabel serat optik Fujikura turun 1,18%.

Di sektor keuangan, saham perbankan turut membebani indeks Topix. Mitsubishi UFJ Financial Group turun 2,11%, sedangkan Mizuho Financial Group melemah 3,54%.

Saham Sony Group juga terkoreksi 2,3%.

Di sisi lain, produsen alat pengujian chip Advantest berhasil berbalik naik 1% setelah sempat melemah di awal perdagangan.

Sementara itu, produsen wafer silikon Sumco melonjak 10,22% dan menjadi saham dengan kenaikan terbesar di indeks Nikkei.

Baca Juga: Harga Emas Bersiap Catat Kenaikan Mingguan, Pasar Pantau Prospek Damai AS-Iran

Saham produsen robot industri Fanuc juga melesat 7,4%.

Dari lebih dari 1.600 saham yang diperdagangkan di pasar utama Bursa Tokyo, sekitar 69% melemah, 27% menguat, dan sisanya bergerak stagnan.