Indeks Pefindo25 kalahkan IHSG



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada penutupan perdagangan Senin (26/3). IHSG ditutup di level 6.200,17, turun tipis 0,16% dibandingkan penutupan pekan lalu. Jika ditilik sejak awal tahun, IHSG tercatat melemah 2,44% year to date (ytd).

Performa IHSG kalah dibandingkan indeks Pefindo25. Meski indeks bentukan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) ini juga melemah 0,4% ke posisi 360,7 pada penutupan Senin (26/3), namun sejak awal tahun awal tahun, indeks Pefindo25 menunjukkan peningkatan 5,96%.

Indeks Pefindo25 ini berisi 25 emiten, yakni ACES, ACST, APIC, ARNA, ASMI, ASSA, BCIP, BISI, BOLT dan CSAP, DSFI, KBLI, KREN, LINK, LPPF, MIKA, NRCA, POOL, ROTI, SAME, SHIP, SIDO, SMSM, TOTL dan WEHA. Menurut daftar emiten yang diterbitkan oleh Pefindo untuk periode 1 Februari 2018 sampai 31 Juli 2018.


Head of Economist Pefindo, Fikri Permana mengatakan, penghuni indeks Pefindo25 dipilih berdasarkan dua kriteria, yaitu kinerja keuangan dan likuiditas saham. Dua hal ini mendorong pergerakan Pefindo25 di atas IHSG.

Pefindo25 juga mengkhususkan pada perusahaan-perusahaan dengan aset maksimal Rp 5 triliun. Fikri menyebutnya, sebagai indeks yang fokus pada small and medium enterprises (SME). "Kami maunya ingin memberikan perusahaan kecil dan menengah kesempatan dilirik," kata Fikri.

Evaluasi terkait penghuni indeks Pefindo25 dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada Februari dan Agustus. Alasannya, evaluasi dilakukan pada bulan tersebut, lantaran indeks ini diluncurkan pada Februari 2009.

Kepala Riset Ekuator Swarna Sekuritas David Sutyanto menilai, hadirnya Pefindo25 ini bisa menjadi alternatif benchmark untuk investor yang memang mengincar saham-saham perusahaan menengah. Karakteristik Pefindo yang condong melihat fundamental perusahaan dipandang cocok. Pasalnya, Pefindo ahli dalam small caps. Dus, tidak salah jika investor melirik indeks ini sebagai acuan alternatif.

David menilai investor dengan horizon investasi menengah-panjang lebih cocok menggunakan Pefindo25 sebagai benchmark. Sebab, jika investor yang berorientasi jangka pendek menggunakan indeks ini, dikhawatirkan tidak bisa mencetak untung besar.

"Small caps kan volatilitasnya tinggi dalam jangka pendek, makanya lebih aman kalau main di jangka menengah-panjang," ungkap David.

Cuma, David menilai, indeks Pefindo25 juga tidak mungkin akan konsisten selalu mengalahkan IHSG. Pasalnya, indeks ini dihuni saham-saham dengan volatilitas tinggi yang berpotensi menekan indeks.

David memprediksi Pefindo25 akan bergerak di rentang 350-380 sampai akhir tahun nanti. Sementara, dari Pefindo tidak memasang target kenaikan Pefindo25 sampai akhir tahun nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini