Indeks Saham China Bertahan di Dekat Level Terendah Satu Tahun, Investor Wait and See



KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Saham-saham di China masih tertahan di dekat level terendah dalam satu tahun pada hari Rabu, meskipun pemerintah telah meluncurkan langkah-langkah baru untuk mendukung pasar. 

Para investor tetap bersikap hati-hati sembari menantikan kabar dari pemilihan paruh waktu (midterm election) di Amerika Serikat.

Mengutip Reuters, Rabu (4/11/2026), indeks blue-chip CSI300 dan indeks Komposit Shanghai cenderung stagnan hingga jeda perdagangan tengah hari. Indeks Hang Seng Hong Kong juga tidak banyak mengalami perubahan.


Bank sentral China menyatakan bahwa sejumlah bank telah mengajukan permohonan pinjaman dengan total lebih dari 200 miliar yuan (US$ 29,98 miliar) untuk mendanai pembelian saham perusahaan-perusahaan terbuka, di bawah skema penyaluran kredit kembali (re-lending) yang telah ditingkatkan.

Baca Juga: FIFA Uji Coba 3 Aturan Sepak Bola Baru di Piala Dunia U-15, Ini Detailnya

Langkah ini diambil sehari setelah Bank Sentral China (People’s Bank of China) melakukan transaksi swap senilai 100 miliar yuan dengan perusahaan pialang dan perusahaan pengelola dana untuk membiayai pembelian saham mereka.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah-langkah yang diumumkan Beijing pada Senin malam guna membendung penurunan pasar, yang tahun ini tercatat sebagai salah satu pasar dengan kinerja terburuk di dunia.

Indeks CSI300 anjlok 8,5% pada bulan Oktober—kinerja bulanan terburuk sejak awal 2016—akibat kelemahan ekonomi China dan jatuhnya harga saham sektor teknologi yang menggerus kepercayaan investor.

Wu Weizhi, pendiri Zhong Ou Rabbit Asset Management, mengatakan bahwa pasar yang sedang terpuruk membutuhkan waktu untuk pulih, setelah aksi "perdagangan yang terlalu padat (over-crowded trades) memicu kepanikan massal" pada saham-saham sektor teknologi.

Namun, ia mencatat bahwa "muncul banyak sinyal positif di berbagai sektor dan perusahaan" yang nilai pasarnya telah anjlok cukup dalam.

Baca Juga: Bursa Saham AS Melemah, Dolar Tertekan di Tengah Peluang Demokrat Kuasai Senat

Sementara itu, hasil pemilihan paruh waktu di AS dapat membawa implikasi luas, mulai dari hubungan Washington dengan China hingga kebijakan terkait kecerdasan buatan (AI).

China Galaxy Securities menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan China yang sebagian besar pendapatannya berasal dari AS mungkin akan terdampak oleh perubahan arah politik di Washington, sementara pasar Hong Kong akan lebih rentan terhadap volatilitas pasar global yang dipicu oleh hasil pemilihan tersebut. 

Pada hari Rabu, saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) di China melonjak, mengikuti sentimen dari pemulihan saham sektor cip di Amerika Serikat pada malam sebelumnya.

Namun, pasar secara keseluruhan tertekan oleh penurunan pada saham sektor real estat dan telekomunikasi.

Di Hong Kong, saham sektor bioteknologi menguat, mengimbangi penurunan pada saham sektor teknologi dan properti.

($1 = 6,6701 yuan renminbi China)