Indeks saham konsumen rebound tipis setelah turun 17,47%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun ini, saham emiten consumer goods mencatatkan kinerja yang tak terlalu baik. Secara year to date (ytd) yakni saham sektor consumer goods mencatatkan penurunan sebesar 17,47% meski sektor ini sudah mulai memperlihatkan titik perbaikan.

Pada penutupan perdagangan Kamis (22/11) yang lalu, saham sektor-sektor consumer goods mencatatkan kenaikan sebesar 0,97%.

William Hartanto, Analis Panin Sekuritas mengatakan bahwa prospek saham perusahaan-perusahaan consumer goods hingga akhir tahun punya potensi turun kecuali saham perusahaan rokok. Sementara kenaikan tipis kemarin hanyalah merupakan rebound teknikal saja.


"Saya melihat prospeknya tak terlalu baik karena pertumbuhan laba yang tipis, dan dari pasar belum ada sentimen yang membuat sektor ini menarik bagi investor," kata William kepada Kontan.co.id, Jumat (23/11).

Meski begitu, William mengatakan bahwa di tahun depan diperkirakan prospek emiten ini akan membaik. Apalagi dengan potensi kestabilan rupiah yang bisa menjadi salah satu sentimen positif karena dapat mengurangi beban kurs.

"Selain itu dalam setiap tren saham akan selalu ada pergantian, sektor ini sudah menurun cukup parah hampir 30% year to date, beruntung kinerja stabil jadi pada waktunya nanti saat investor akan merombak portofolio, saham-saham yang kinerjanya tetap bagus tapi harganya turun itu akan dipandang murah," tambah William.

Ia melihat dengan penurunannya yang cukup tajam di tahun ini, sektor ini sudah bisa mengalami perbaikan di tahun depan. Ia merekomendasikan saham HMSP dengan target harga Rp 4.000 per saham, GGRM dengan target harga Rp 82.000 per saham, ULTJ dengan target harga Rp 1.300 per saham, ICBP dengan target harga Rp 9.200 hingga Rp 9.500 per saham dan CLEO dengan harga saham Rp 350 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati