Indeks Sektor Kesehatan Berpotensi Rebound, Momen Ramadan Jadi Katalis Jangka Pendek



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) masih mencatatkan koreksi secara year-to-date. Namun, sejumlah analis menilai tekanan tersebut lebih disebabkan oleh rotasi sektoral ketimbang pelemahan fundamental, sehingga membuka peluang rebound dari level saat ini.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi menilai koreksi IDXHEALTH terjadi seiring pergeseran dana investor ke sektor lain yang lebih agresif. Menurutnya, kondisi tersebut justru membuat valuasi saham-saham kesehatan berada di area diskon.

“Koreksi lebih disebabkan rotasi sektoral, bukan faktor fundamental. Valuasi saham kesehatan saat ini sudah berada di area oversold, sehingga menarik untuk akumulasi bertahap,” ujar Wafi kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).


Baca Juga: SMRA Catat Marketing Sales Rp 5,52 Triliun pada 2025, Simak Rekomendasi Sahamnya

Ia menambahkan, sektor kesehatan tetap memiliki karakter defensif dengan permintaan layanan yang relatif stabil. Hal ini membuat IDXHEALTH berpeluang pulih secara bertahap ketika sentimen pasar membaik.

Dari sisi musiman, Wafi menilai momentum Ramadan dan Idulfitri berpotensi menjadi katalis jangka pendek, khususnya bagi emiten farmasi dan obat herbal. Permintaan terhadap vitamin, suplemen, dan obat bebas cenderung meningkat selama periode tersebut.

“Momentum Ramadan cukup kuat untuk emiten farmasi dan consumer health. Namun untuk rumah sakit, dampaknya relatif netral karena pasien cenderung menunda tindakan medis elektif selama bulan puasa,” jelasnya.

Meski demikian, Wafi menilai sentimen musiman tersebut bersifat sementara. Dalam jangka panjang, pergerakan saham sektor kesehatan tetap ditentukan oleh pertumbuhan volume pasien serta efisiensi biaya operasional.

Di tengah volatilitas pasar dan ketidakpastian global, Wafi melihat peluang rotasi dana ke sektor defensif masih terbuka. IDXHEALTH dinilai menarik karena sifat permintaan layanan kesehatan yang inelastis.

“Di tengah isu global dan ketidakpastian pasar, sektor kesehatan masih dianggap sebagai aset defensif yang relatif aman,” katanya.

Baca Juga: Rupiah di Pasar Spot Melemah Tipis, Begini Prediksi untuk Rabu (11/2)

Untuk jangka menengah, Wafi memproyeksikan kinerja IDXHEALTH bergerak netral hingga positif. Ia merekomendasikan akumulasi saham-saham market leader seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan target harga Rp 1.700, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) Rp 3.200, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Rp 700, serta PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) Rp 3.400.

Senada, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Hari Rachman, menilai koreksi IDXHEALTH justru membuka peluang pemulihan karena valuasi sejumlah emiten kesehatan sudah berada di bawah rata-rata historis.

“Fundamental sektor kesehatan relatif defensif dan tidak terlalu sensitif terhadap siklus ekonomi. Saat sentimen pasar membaik, indeks ini berpotensi rebound secara bertahap,” ujar Hari.

Ia menambahkan, peningkatan kesadaran kesehatan, pertumbuhan kelas menengah, serta ekspansi layanan kesehatan menjadi penopang prospek jangka menengah IDXHEALTH. Saham-saham dengan fundamental kuat dan strategi ekspansi yang jelas dinilai layak dicermati sebagai bagian dari portofolio defensif.

Hari juga menilai saham-saham farmasi seperti SIDO dan KLBF, serta emiten rumah sakit dengan kinerja solid, masih memiliki potensi upside. Selain itu, saham BUMN kesehatan berpeluang menguat apabila didukung kebijakan dan perhatian lebih besar dari pemerintah.

Selanjutnya: CMPP Manfaatkan Momentum Mudik Lebaran dengan Diskon Tiket Hingga 17%

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (11/2), Provinsi Ini Diguyur Hujan Sangat Lebat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News