Indeks sektor keuangan melesat 4,42% sepanjang Agustus 2020



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks sektor finansial berhasil mencetak kenaikan sebesar 4,42% sepanjang Agustus 2020. Saham PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) menjadi saham yang naik tertinggi sebesar 78,70%, kemudian saham PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) melesat 63,79%, PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) melonjak 60,67%, Finance Indonesia Tbk (BFIN) tumbuh 41,38%, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) melesat 24,51%.

Selanjutnya, saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) terkerek 23,40%, PT Bank Agris Tbk (AGRS) tumbuh 22,58%, Asuransi Ramayana Tbk (ASRM) terangkat 20,87%, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) naik 18,18%, dan PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) naik 17,69%.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Setya Ardiastama mengatakan, perbaikan kinerja dalam beberapa waktu terakhir turut memberikan dampak terhadap kenaikan kinerja beberapa saham-saham tersebut.


Baca Juga: IHSG menguat 1,38% ke 5.310 pada akhir perdagangan Selasa (1/9), asing lepas TLKM

Ia memberi contah misalnya untuk BRIS dan AGRO, kedua saham ini mempunyai prospek yang cukup baik ke depannya. Terlebih untuk BRIS sebagai perbankan syariah di Indonesia mempunyai potensi pertumbuhan yang luas. 

"Sehingga, diharapkan perkembangan industri perbankan syariah masih cukup baik nantinya," ujarnya saat dihubungi Selasa (1/9).

Sampai semester pertama tahun ini, PT BRI Syariah Tbk berhasil menorehkan kinerja gemilang di tengah pandemi Covid-19. Pada semester I 2020, bank ini berhasil membukukan laba bersih Rp 117,2 miliar atau melesat 229,6 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Pembiayaan BRIsyariah per Juni 2020 mencapai Rp 37,4 triliun atau tumbuh 55,92% yoy. Pertumbuhan pembiayaan yang signifikan ditopang oleh segmen Ritel (SME, Mikro dan Konsumer) untuk memberikan imbal hasil yang lebih optimal.

Kemudian untuk AGRO juga masih memiliki potensi perbaikan kinerja seiring dengan pulihnya harga komoditas. Hal ini diharapkan mampu mengangkat kinerja sektor tersebut, sehingga potensi kredit macet pada tahun ini bisa lebih rendah ketimbang tahun lalu.

Menurut Okie, saham BRIS dan AGRO masih menarik untuk dikoleksi. Ia menyarankan pelaku pasar untuk dapat mengakumulasi saham BRIS dengan target harga Rp 1.180 per saham dan AGRO dengan target harga Rp 550 per saham.

Baca Juga: IHSG turun tipis ke 5.237 pada akhir perdagangan sesi I hari ini (1/9)

Pada penutupan perdagangan Selasa (1/9), saham BRIS naik 1,04% ke harga Rp 975 per saham dan saham AGRO stagnan di Rp 380 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi