Indeks Wall Street Memerah, Tertekan Pelemahan Saham-Saham Produsen Cip



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks Wall Street turun pada Rabu (28/6), tertekan laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dapat mengekang penjualan cip kecerdasan buatan (AI) ke China.

Sementara pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang tetap pada nada hawkish, sebagian besar diantisipasi investor.

Rabu (28/6) hingga pukul 09:57 ET, indeks Dow Jones Industrial Average turun 112,74 poin atau 0,33% ke 33.814,00, indeks S&P 500 melorot 10,81 poin atau 0,25% ke 4.367,60.


Sementara, indeks Nasdaq Composite turun 2,05 poin atau 0,02% menjadi 13.553,63.

Seperti dilansir Reuters, saham pembuat cip Nvidia dan Advanced Micro Devices masing-masing turun 2,0% dan 1,4%, setelah Wall Street Journal melaporkan Departemen Perdagangan AS dapat menghentikan pengiriman cip yang dibuat perusahaan-perusahaan ini ke China pada awal Juli.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Bilang: Bersiaplah untuk Kehancuran, Beli Aset Investasi Ini

Saham perusahaan semikonduktor termasuk Intel Applied Materials dan Qualcomm masing-masing turun lebih dari 2%, menyeret indeks Philadelphia Semiconductor yang lebih luas turun 1,3%.

Indeks saham AS menghentikan penurunan beruntun mereka pada Selasa lalu karena data ekonomi AS yang optimis meredakan kekhawatiran resesi AS yang akan segera terjadi. Meskipun itu meningkatkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga lagi bulan depan.

Powell menegaskan kembali dalam forum Bank Sentral Eropa bahwa sebagian besar pembuat kebijakan masih melihat dua kenaikan suku bunga tahun ini dan tidak mengesampingkan lebih banyak tindakan kenaikan suku bunga pada pertemuan bank sentral AS berikutnya.

"Powell tidak mengubah nada suaranya seperti halnya panel lainnya," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities.

"Dia mengulangi apa yang dia katakan di masa lalu bahwa langkah selanjutnya bergantung pada data, tentang apakah akan ada lebih banyak kenaikan," imbuhnya.

Para trader sekarang melihat sekitar 80% peluang Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 5,25%-5,50% pada bulan Juli dan memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga hingga akhir 2023, menurut alat Fedwatch CMEGroup.

Baca Juga: Sempat Merosot di Awal Juni, Harga Aset Kripto Kembali Bangkit, Simak Ulasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat