India Akan Hapus Pajak Capital Gain Obligasi, Demi Dorong Arus Modal Asing



KONTAN.CO.ID - MUMBAI. India berencana menghapus pajak capital gain atas investasi portofolio asing di surat utang pemerintah, langkah yang diharapkan dapat meningkatkan arus masuk modal asing ke pasar obligasi, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Langkah ini muncul di tengah upaya India menarik modal asing untuk menekan tekanan pada rupee India, yang telah melemah lebih dari 5% sejak awal tahun akibat harga minyak yang lebih tinggi dan arus keluar dana asing dari pasar saham.

Media The Economic Times sebelumnya melaporkan bahwa kabinet India telah menyetujui rencana tersebut. Kementerian Keuangan India belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari Reuters.


Baca Juga: Harga Minyak Turun Usai Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Harga Brent di US$ 96,92

Imbal hasil obligasi acuan India tercatat turun satu basis poin ke 7,01% pada perdagangan awal. Namun, waktu penerapan kebijakan ini masih belum jelas.

Menurut Madhavi Arora, kepala ekonom Emkay Global Financial Services, kebijakan ini dapat membantu arus masuk dana marginal, meski tidak cukup menjadi solusi utama.

“Ini bukan solusi instan dalam kondisi saat ini, tetapi bisa memberikan dampak positif dalam jangka menengah,” ujarnya.

Saat ini, investor asing dikenakan pajak capital gain jangka panjang sebesar 12,5% untuk saham dan obligasi yang dimiliki lebih dari 12 bulan. Selain itu, pajak pemotongan 20% atas bunga obligasi pemerintah juga dilaporkan dapat dihapus.

India sebelumnya telah membuka akses lebih luas bagi investor asing melalui skema fully accessible route, yang membantu negara tersebut masuk ke indeks obligasi global seperti J.P. Morgan Emerging Market Bond Index dan Bloomberg Emerging Market Local Currency Bond Index.

Pada Januari, Bloomberg menunda keputusan untuk memasukkan India ke dalam Global Aggregate Index, yang dijadwalkan kembali ditinjau pada Juni mendatang.

Baca Juga: FIFA Larang Penonton Bawa Botol Isi Ulang ke Stadion Piala Dunia 2026