KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah India memastikan ketersediaan pasokan minyak mentah untuk 60 hari ke depan, di tengah gangguan distribusi energi akibat konflik di Timur Tengah. Hal ini disampaikan Kementerian Perminyakan India dalam pernyataan resmi pada Kamis (26/3/2026). India, sebagai konsumen dan importir minyak terbesar ketiga di dunia, sebelumnya mengandalkan lebih dari 40% impor minyak dari kawasan Timur Tengah. Namun, pasokan tersebut terganggu akibat perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Diversifikasi Pasokan dan Peran Pasar Global
Pemerintah India menyebut peningkatan ketersediaan minyak mentah dari pasar global, terutama dari belahan bumi Barat, membantu menutup kekurangan pasokan. Selain itu, kilang minyak India juga meningkatkan pembelian minyak mentah dari Rusia dengan memanfaatkan keringanan sementara dari Amerika Serikat.
Baca Juga: The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga hingga September 2026, Inflasi Jadi Risiko Utama Langkah ini memungkinkan India mengamankan jutaan barel minyak untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik. “Terlepas dari situasi di Selat Hormuz, India saat ini menerima lebih banyak minyak mentah dari lebih dari 41 pemasok global dibandingkan sebelumnya yang bergantung pada jalur tersebut,” demikian pernyataan pemerintah.
Cadangan Energi Aman, Produksi LPG Ditingkatkan
Sebagai negara eksportir bersih produk minyak, ketersediaan bensin dan solar di dalam negeri dinilai tetap aman secara struktural. India juga memiliki cadangan minyak dan bahan bakar yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 60 hari, dari total kapasitas penyimpanan hingga 74 hari. Pemerintah menegaskan bahwa pasokan energi untuk masyarakat tetap stabil. “Hampir dua bulan pasokan yang stabil tersedia bagi setiap warga India, terlepas dari kondisi global,” tulis pernyataan tersebut. Untuk mengantisipasi potensi kekurangan gas, pemerintah juga meminta kilang meningkatkan produksi liquefied petroleum gas (LPG). Saat ini, produksi LPG domestik mencapai 50.000 metrik ton per hari, meningkat 40%, meski masih di bawah kebutuhan nasional sebesar 80.000 ton per hari.
Baca Juga: Lobi Anwar Ibrahim berhasil, Iran Izinkan Kapal-Kapal Malaysia Melintas Selat Hormuz Impor LPG dari Berbagai Negara
Selain produksi dalam negeri, perusahaan India telah mengamankan sekitar 800.000 ton LPG dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan Australia. Pasokan ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama satu bulan. Pengiriman LPG tersebut akan didistribusikan melalui 22 terminal impor di seluruh India, sementara pemerintah terus melakukan pengadaan tambahan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah-langkah ini mencerminkan strategi diversifikasi energi India dalam menghadapi ketidakpastian global, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga energi di dalam negeri.