India Bisa Ekspor 1,64 Juta Ton Baja ke Uni Eropa, Tapi Terbebani Biaya Karbon



KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India akan dapat mengekspor hingga 1,64 juta metrik ton baja per tahun ke Uni Eropa (UE) berdasarkan kesepakatan perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA). Namun, eksportir baja India masih akan menghadapi biaya terkait karbon berdasarkan ketentuan dalam teks hukum kesepakatan tersebut.

Kesepakatan perdagangan India-Uni Eropa memberikan tambahan kuota preferensial sebesar 694.853 ton baja. Kuota tersebut berada di atas kuota yang telah dimiliki India berdasarkan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebesar 946.616 ton.

Dengan demikian, total kuota ekspor baja India ke Uni Eropa mencapai sekitar 1,64 juta ton per tahun.


Berdasarkan analisis Global Trade Research Initiative (GTRI) terhadap teks hukum kesepakatan tersebut, jumlah gabungan kuota itu setara dengan sekitar 68,4% dari total ekspor baja India ke Uni Eropa yang mencapai 2,4 juta ton pada 2025.

Baca Juga: Tesla Mendirikan Unit Bisnis di Vietnam, Bergerak di Penjualan Mobil

Porsi tersebut meningkat signifikan dibandingkan sekitar 39,4% yang tercakup dalam kuota yang berlaku saat ini.

Namun, eksportir baja India tetap menghadapi risiko biaya tambahan apabila pengiriman melampaui batas kuota. Pengiriman baja di atas kuota akan dikenakan tarif Uni Eropa sebesar 50%.

Teks hukum kesepakatan perdagangan tersebut dirilis pada Jumat dan masih dapat mengalami perubahan.

Tetap Terkena Biaya Karbon

Selain tarif, eksportir baja India juga tidak sepenuhnya terbebas dari kebijakan karbon Uni Eropa.

Kuota preferensial dalam kesepakatan FTA tidak mengecualikan baja India dari penerapan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa. Mekanisme tersebut berlaku terhadap seluruh impor baja ke kawasan tersebut.

GTRI memperkirakan biaya yang terkait dengan CBAM dapat mencapai rata-rata sekitar 35% dari nilai baja setelah mekanisme tersebut diterapkan secara penuh.

Artinya, meskipun FTA India-Uni Eropa memberikan akses pasar yang lebih besar melalui tambahan kuota dan tarif yang lebih menguntungkan, eksportir baja India tetap harus memperhitungkan biaya karbon ketika memasuki pasar Uni Eropa.

Baca Juga: India Setujui Ekspor Listrik ke Nepal 18 Jam Sehari hingga Akhir 2026

Baja Lembaran Dapat Porsi Terbesar

Sebagian besar kuota ekspor baja India dialokasikan untuk produk baja lembaran atau flat-steel products.

Produk hot-rolled sheets and strips memperoleh alokasi terbesar, yakni mencapai 509.605 ton.

Tambahan kuota tersebut akan tersedia setelah FTA India-Uni Eropa mulai berlaku. Kesepakatan itu diperkirakan mulai berlaku pada akhir 2026.

Meski demikian, pemanfaatan kuota tetap bergantung pada cakupan produk yang memenuhi ketentuan, aturan asal barang atau rules of origin, serta ketersediaan kuota.