India Desak China Benahi Akses Pasar, Defisit Dagang Jadi Sorotan



KONTAN.CO.ID - India mendesak China untuk mengatasi sejumlah persoalan utama dalam hubungan dagang bilateral, termasuk akses pasar yang lebih adil dan ketidakseimbangan neraca perdagangan, di tengah upaya kedua negara memulihkan hubungan setelah ketegangan selama beberapa tahun terakhir.

Mengutip Reuters, Rabu (22/7/2026), Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar mengatakan isu tersebut telah disampaikannya secara langsung kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pertemuan di sela-sela forum regional ASEAN di Manila, Filipina.

Baca Juga: Houthi Serang Tanker Saudi, Ancaman Pasokan Minyak Global Kian Besar


Jaishankar menegaskan, kedua negara perlu menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menghambat hubungan ekonomi, termasuk kepastian rantai pasok dan penyelarasan agenda kerja sama bilateral.

"Masih ada kekhawatiran mengenai kepastian rantai pasok. Kami juga perlu menyepakati pertemuan berbagai mekanisme dan platform sesuai prioritas bersama," tulis Jaishankar melalui akun X.

Ia menambahkan, stabilitas di kawasan perbatasan tetap menjadi syarat utama untuk menormalkan hubungan kedua negara.

"Perdamaian dan ketenangan di wilayah perbatasan jelas menjadi prasyarat bagi hubungan yang normal. Sejak Oktober 2024, kedua pihak terus berupaya mencapai tujuan tersebut dan hal ini akan tetap membutuhkan perhatian bersama," ujarnya.

Hubungan India dan China mulai membaik sejak pertemuan Perdana Menteri India Narendra Modi dengan Presiden China Xi Jinping pada Oktober 2024.

Baca Juga: Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi Enam Pekan Kamis (23/7), Brent Sentuh US$ 96

Pertemuan tersebut mengakhiri ketegangan yang berlangsung sejak bentrokan militer di perbatasan Himalaya pada 2020.

Dalam keterangan resminya, Wang Yi menyampaikan nada yang lebih positif. Ia memuji upaya bersama kedua negara yang telah memungkinkan pemulihan bertahap berbagai mekanisme dialog dan pertukaran kelembagaan, sekaligus menjaga stabilitas di kawasan perbatasan.

Menurut Wang, nilai perdagangan bilateral juga telah mencapai rekor tertinggi.

China, kata Wang, siap meningkatkan pertukaran tingkat tinggi, memperluas kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan media, serta mendorong pemahaman yang lebih baik di antara masyarakat kedua negara.

Sebagai bagian dari pemulihan hubungan, India dan China telah kembali membuka penerbangan langsung serta mempercepat proses persetujuan visa bisnis bagi tenaga profesional asal China sejak Oktober 2024.

Media lokal juga melaporkan bahwa perdagangan lintas perbatasan antara kedua negara akan kembali dibuka mulai 1 Agustus 2026 setelah sempat terhenti selama enam tahun.

Baca Juga: Konflik AS-Iran Topang Dolar AS, Yen Bertahan Dekat Level Terendah 40 Tahun

Meski hubungan mulai membaik, ketimpangan perdagangan masih menjadi perhatian utama India. Pada tahun fiskal 2025/2026, impor India dari China mencapai US$ 132 miliar, tertinggi dibandingkan negara mitra dagang lainnya.

Total nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 151,1 miliar, dengan defisit perdagangan India terhadap China melebihi US$ 100 miliar.

India masih bergantung pada impor berbagai bahan baku dan mesin dari China untuk mendukung sektor manufakturnya.

Tahun ini, pemerintah India juga mulai melonggarkan pembatasan terhadap investasi China di sejumlah sektor sebagai bagian dari upaya memperbaiki hubungan bilateral.

Sebelumnya, pada 2020, New Delhi memperketat pengawasan terhadap investasi asal China setelah bentrokan di perbatasan Himalaya yang menewaskan 20 tentara India dan empat tentara China, sehingga memperburuk hubungan kedua negara.