KONTAN.CO.ID - MUMBAI. India diperkirakan akan mengalami musim monsun terlemah dalam hampir dua dekade, dengan curah hujan di akhir musim kemungkinan berada sekitar 15% di bawah rata-rata jangka panjang—tingkat terendah sejak 2009—menurut dua sumber senior di badan meteorologi. Monsun yang lemah ini dapat berdampak buruk pada hasil panen, memicu kenaikan harga pangan, dan menekan pendapatan penduduk pedesaan di negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia ini, di mana hujan monsun menyumbang sekitar 70% dari total curah hujan tahunan negara tersebut. Mengutip Reuters, Senin (24/8/2026), kurangnya curah hujan yang memadai pada bulan September—masa krusial bagi pematangan tanaman—dapat mengurangi hasil panen tanaman musim panas seperti kapas, kedelai, jagung, dan kacang-kacangan, sekaligus mengurangi kelembapan tanah yang dibutuhkan untuk tanaman musim dingin seperti gandum dan rapeseed.
India Hadapi Musim Hujan Terlemah Seiring Menguatnya El Nino, Harga Pangan Bisa Naik
KONTAN.CO.ID - MUMBAI. India diperkirakan akan mengalami musim monsun terlemah dalam hampir dua dekade, dengan curah hujan di akhir musim kemungkinan berada sekitar 15% di bawah rata-rata jangka panjang—tingkat terendah sejak 2009—menurut dua sumber senior di badan meteorologi. Monsun yang lemah ini dapat berdampak buruk pada hasil panen, memicu kenaikan harga pangan, dan menekan pendapatan penduduk pedesaan di negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia ini, di mana hujan monsun menyumbang sekitar 70% dari total curah hujan tahunan negara tersebut. Mengutip Reuters, Senin (24/8/2026), kurangnya curah hujan yang memadai pada bulan September—masa krusial bagi pematangan tanaman—dapat mengurangi hasil panen tanaman musim panas seperti kapas, kedelai, jagung, dan kacang-kacangan, sekaligus mengurangi kelembapan tanah yang dibutuhkan untuk tanaman musim dingin seperti gandum dan rapeseed.
TAG: