India Kerek Harga Bensin dan Diesel untuk Keempat Kalinya di Mei 2026



KONTAN.CO.ID - Peritel bahan bakar milik negara India menaikkan harga diesel dan bensin untuk keempat kalinya pada bulan Mei 2026, seiring meningkatnya tekanan biaya akibat lonjakan harga minyak dunia yang dipicu perang Iran.

Mengutip Reuters, pada Senin (25/5/2026), harga diesel dinaikkan sebesar 2,71 rupee (US$0,0283) per liter, sementara bensin naik 2,61 rupee per liter.

Baca Juga: Tembus Batas Baru, Huawei Targetkan Desain Chip Setara 1,4 nm pada 2031


Kenaikan ini dilakukan untuk membantu perusahaan menutup kerugian akibat mahalnya biaya minyak mentah global.

Perusahaan pelat merah India yang menguasai sekitar 90% pasar bahan bakar, yakni Indian Oil Corp, Bharat Petroleum Corp, dan Hindustan Petroleum Corp, mulai menaikkan harga BBM sejak 15 Mei setelah pemilu di sejumlah negara bagian selesai.

Sejak saat itu, harga diesel telah naik sekitar 8,6% dan bensin sekitar 7,8%.

Dengan penyesuaian terbaru, harga bensin di New Delhi kini mencapai 102,12 rupee per liter, sementara diesel dibanderol 95,20 rupee per liter.

Baca Juga: Impor Batubara Asia Melonjak, Harga Sentuh Level Tertinggi dalam Beberapa Tahun

Kenaikan harga minyak global dipicu gangguan pasokan akibat konflik Iran serta penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia.

India sebagai importir minyak terbesar ketiga dunia turut terdampak langsung oleh lonjakan harga tersebut.

Pemerintah India juga mulai menerapkan langkah penghematan untuk menekan konsumsi bahan bakar serta mengurangi beban impor minyak.

Harga BBM di India sendiri bervariasi antar wilayah karena perbedaan pajak daerah.

Di sisi lain, perusahaan peritel BBM melaporkan peningkatan penjualan di tengah kenaikan harga.

Baca Juga: Nikkei Jepang Tembus 65.000 untuk Pertama Kali, Pasar Sambut Optimisme Damai Iran

Indian Oil Corp mencatat penjualan diesel pada periode 1–22 Mei naik 18% dibanding tahun sebelumnya, sementara penjualan bensin meningkat 14%.

Namun, kenaikan harga juga memicu pergeseran perilaku konsumen, di mana sebagian pelanggan besar beralih ke pompa ritel yang lebih murah, sehingga menimbulkan tekanan pasokan di beberapa wilayah.