India Tunda Pembicaraan Dagang dengan AS Usai Putusan MA soal Tarif Trump



KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Pemerintah India menunda rencana pengiriman delegasi dagang ke Washington setelah muncul ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS), menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) yang menolak tarif era Presiden Donald Trump.

Sumber di Kementerian Perdagangan India mengatakan, penundaan ini diputuskan setelah pembahasan antara pejabat kedua negara. Hingga kini, belum ada tanggal baru yang ditetapkan untuk kunjungan tersebut.

Penundaan ini menjadi salah satu reaksi konkret pertama dari negara Asia setelah putusan pengadilan tersebut. 


Meski demikian, Trump pada Sabtu lalu tetap memberlakukan tarif sementara sebesar 15%, batas maksimum yang diizinkan undang-undang—atas impor AS dari seluruh negara, sebagai respons atas keputusan pengadilan.

Baca Juga: Mahkamah Agung AS Belum Mengeluarkan Keputusan Soal Tarif Trump

Menurut sumber tersebut, ketidakpastian arah kebijakan tarif pasca putusan pengadilan menjadi alasan utama India menahan langkah. Delegasi India sejatinya dijadwalkan berangkat pada Minggu untuk merampungkan perundingan kesepakatan dagang sementara antara kedua negara.

Dalam kerangka kesepakatan itu, AS sebelumnya sepakat memangkas tarif hukuman hingga 25% atas sejumlah produk India yang dikaitkan dengan pembelian minyak Rusia oleh New Delhi. Tarif atas barang India rencananya diturunkan menjadi 18%.

Sebagai imbalannya, India berkomitmen membeli produk AS senilai US$ 500 miliar dalam lima tahun, mencakup pasokan energi, pesawat dan suku cadang, logam mulia, serta produk teknologi.

Namun, rencana kesepakatan ini menuai kritik dari Partai Kongres, oposisi utama di India. 

Mereka mendesak agar perjanjian sementara tersebut ditunda dan dinegosiasikan ulang, serta mempertanyakan keputusan Perdana Menteri Narendra Modi yang lebih dulu mengeluarkan pernyataan bersama sebelum putusan pengadilan AS diumumkan.

Baca Juga: Dolar AS Anjlok Setelah Mahkamah Agung Tolak Tarif Trump

Pada Sabtu, Kementerian Perdagangan India menyatakan masih mempelajari dampak putusan Mahkamah Agung AS serta pengumuman lanjutan dari pemerintah Amerika Serikat.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan India Piyush Goyal mengatakan, kesepakatan dagang sementara itu ditargetkan mulai berlaku pada April, setelah sejumlah isu tersisa diselesaikan dalam pertemuan langsung di Washington.

Selanjutnya: IHSG Berpeluang Konsolidasi Menguat pada Senin (23/2), Ini Kata Analis

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok Senin (23/2) Jabodetabek Hujan Lebat di Daerah Ini