JAKARTA. Tiga indikator memulai usaha masih mengganjal upaya pemerintah mendongkrak kemudahan memulai usaha atauĀ Ease of Doing BusinessĀ (EoDB). Tiga indikator ini adalah indikator memulai usaha, izin mendirikan bangunan, serta pendaftaran hak atas tanah dan bangunan. Masih lemahnya tiga indikator itu merupakan hasil survei yang dilakukan Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) bersama Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) pada tahun 2016. Dalam survei ditemukan bahwa tiga indikator itu lemah pelaksanaannya di daerah. Survei dilakukan di lima kota, yakni Jakarta, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar. Direktur Eksekutif KPPOD Robert Endi Jaweng mengatakan bahwa indikator memulai usaha, izin mendirikan bangunan, serta pendaftaran hak atas tanah dan bangunan di sejumlah daerah masih banyak kendala.
Indikator memulai bisnis masih rendah
JAKARTA. Tiga indikator memulai usaha masih mengganjal upaya pemerintah mendongkrak kemudahan memulai usaha atauĀ Ease of Doing BusinessĀ (EoDB). Tiga indikator ini adalah indikator memulai usaha, izin mendirikan bangunan, serta pendaftaran hak atas tanah dan bangunan. Masih lemahnya tiga indikator itu merupakan hasil survei yang dilakukan Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) bersama Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) pada tahun 2016. Dalam survei ditemukan bahwa tiga indikator itu lemah pelaksanaannya di daerah. Survei dilakukan di lima kota, yakni Jakarta, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar. Direktur Eksekutif KPPOD Robert Endi Jaweng mengatakan bahwa indikator memulai usaha, izin mendirikan bangunan, serta pendaftaran hak atas tanah dan bangunan di sejumlah daerah masih banyak kendala.