Indo Tambangraya (ITMG) Genjot Bisnis Energi Bersih, Kapasitas PLTS Capai 152 MWp



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terus memperkuat transformasi bisnis melalui pengembangan portofolio energi bersih dan peningkatan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Hingga kuartal II-2026, kapasitas terkontrak pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berbasis solar PV milik anak usaha ITMG mencapai 152 MWp. Dari kapasitas tersebut, sebanyak 86 MWp telah beroperasi.

Kapasitas PLTS yang dioperasikan anak usaha ITMG tersebut tumbuh 12% secara kuartalan dan lebih dari dua kali lipat secara tahunan. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya ITMG membangun portofolio energi yang semakin beragam dan berkelanjutan.


Baca Juga: BYD Makin Ngebut, Pasar Mobil Listrik Kian Menggeliat

Presiden Direktur Indo Tambangraya Megah Mulianto mengatakan, transformasi perusahaan tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan bisnis baru, tetapi juga memastikan pertumbuhan berjalan sejalan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan pemangku kepentingan.

“Pengembangan pembangkit listrik berbasis energi surya merupakan upaya ITMG untuk membangun bisnis yang semakin beragam hingga mampu menciptakan nilai jangka panjang,” jelasnya dalam paparan publik, Rabu (9/9/2026). 

Langkah transformasi tersebut tetap berjalan di tengah penguatan kinerja operasional ITMG. Pada semester I 2026, pendapatan ITMG tumbuh 9% secara tahunan menjadi US$1 miliar, ditopang kenaikan volume penjualan 5% dan harga jual rata-rata 4%.

Pada periode yang sama, laba bersih ITMG meningkat 17% menjadi US$ 110 juta. Laba kotor naik 14% menjadi US$ 256 juta. Sedangkan EBITDA tumbuh 11% menjadi US$ 181 juta, meski perusahaan menghadapi kenaikan biaya penambangan dan pengangkutan.

Dari sisi operasional, produksi batubara ITMG tercatat 9,9 juta ton pada semester I 2026, sedikit lebih rendah dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Namun, volume penjualan meningkat 5% menjadi 12,3 juta ton.

 
ITMG Chart by TradingView

Di sisi keuangan, ITMG mempertahankan struktur permodalan yang sehat. Per 30 Juni 2026, kas dan setara kas mencapai US$ 738 juta ditambah deposito jangka pendek US$ 66 juta, sementara total liabilitas sebesar US$ 506 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News