Indo Tambangraya (ITMG) Serap 42% Capex US$ 21 Juta Semester I, Ini Penggunaannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melaporkan telah menggunakan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar US$ 21 juta sampai dengan Juni 2026. 

Realisasi tersebut setara sekitar 42% dari anggaran capex ITMG tahun ini yang dipatok sebesar US$ 50 juta. Dengan demikian, ITMG masih memiliki sekitar US$29 juta anggaran capex yang dapat direalisasikan pada paruh kedua 2026. 

Direktur Indo Tambangraya Megah Yulius Kurniawan Gozali menjelaskan, sebagian besar capex yang telah dikeluarkan hingga Juni 2026 digunakan untuk kebutuhan ekspansi guna mendukung peningkatan produksi batubara. 


Baca Juga: Indo Tambangraya Megah (ITMG) Kejar Produksi Batubara Hingga 22,9 Juta Ton

“Secara aktual dari Januari sampai Juni, kami telah membelanjakan modal sebsar US$ 21 juta yang sebenarnya digunakan untuk kebutuhan ekspansi daripada pelabuhan,” jelasnya dalam paparan publik, Rabu (9/9/2026). 

Yulis bilang ITMG mengestimasi kebutuhan capex sepanjang 2026 mencapai US$ 50 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai kegiatan guna mengantisipasi kenaikan kebutuhan batubara ke depan. 

“Sedangkan target belanja modal untuk tahun 2026, kami estimasikan sebesar US$ 50 juta yang mana nanti berbagai kegiatan akan kami lakukan guna mengantisipasi kenaikan daripada batubara ke depannya,” ucap dia. 

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, realisasi capex ITMG hingga semester I-2026 tercatat lebih rendah. Pada semester I-2025, ITMG telah merealisasikan capex sebesar US$3 2 juta. 

Meski realisasi capex lebih rendah, ITMG tetap mengejar peningkatan produksi. ITMG menargetkan produksi batubara tahun ini sebesar 22 juta ton hingga 22,9 juta ton, dengan target produksi kuartal III-2026 mencapai 5,9 juta ton.

Hingga semester I-2026, produksi batubara ITMG mencapai 9,9 juta ton atau turun 5% secara tahunan. Di sisi lain, penjualan batubara mencapai 12,3 juta ton atau tumbuh 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News