Indocement (INTP) Bangun PLTS Terbesar di Industri Semen, Kapasitas Capai 71,9 MW



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbesar di sektor semen Indonesia dengan total kapasitas mencapai 71,9 megawatt (MW) di tiga kompleks pabrik utama, yakni Citeureup, Cirebon, dan Tarjun.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi industri yang dijalankan perusahaan untuk memperkuat upaya dekarbonisasi di sektor industri berat (hard-to-abate sector), sekaligus mendukung target pemerintah mencapai net zero emission 2060 dan percepatan bauran energi terbarukan.

Instalasi PLTS tersebut diproyeksikan menghasilkan lebih dari 108 juta kWh energi bersih per tahun dan menurunkan emisi karbon lebih dari 85 ribu ton CO2 per tahun. Dampak lingkungan dari proyek ini juga disebut setara dengan penanaman 1,4 juta pohon per tahun.


Di tengah tekanan global terhadap industri semen, Indocement menilai dekarbonisasi dapat dijalankan tanpa mengorbankan skala operasional, efisiensi, maupun daya saing industri.

Baca Juga: Pengusaha Listrik Swasta Usul Eksekusi Proyek PLTS 100 GW Secara Bertahap & Realistis

Direktur Indocement, Holger Mørch mengatakan pembangunan PLTS ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menurunkan jejak karbon operasional secara menyeluruh.

“Industri semen tidak punya pilihan selain bertransformasi. Di Indocement, kami memilih untuk memimpinnya. Pembangunan PLTS terbesar di sektor ini adalah bukti bahwa dekarbonisasi bisa dilakukan secara nyata, dalam skala besar, terukur, dan terintegrasi dengan kebutuhan operasional industri,” ujar Holger dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026). 

Selain pengembangan PLTS, transformasi tersebut juga dilakukan melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti refuse-derived fuel (RDF), optimalisasi bahan baku alternatif untuk menekan emisi proses, pengembangan roadmap energi rendah karbon, hingga inovasi produk semen yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari Heidelberg Materials Group, Indocement juga menerapkan standar keberlanjutan global dalam operasionalnya di Indonesia.

Baca Juga: Terkendala Pasokan Batubara, Industri Semen Beli di Harga Non DMO

Untuk merealisasikan proyek tersebut, Indocement menggandeng SUN Energy sebagai mitra strategis dalam menghadirkan solusi energi terbarukan melalui pendekatan sustainability-as-a-service.

Director of Power SUN, Jefferson Kuesar mengatakan peran SUN tidak hanya sebagai penyedia PLTS, tetapi juga sebagai mitra dekarbonisasi bagi industri.

“Kami memastikan solusi yang kami hadirkan adaptif terhadap kebutuhan operasional, tetap andal dalam jangka panjang, dan relevan secara bisnis. Kolaborasi dengan Indocement ini menunjukkan bahwa transisi energi bisa dijalankan tanpa mengganggu produktivitas, bahkan justru memperkuat daya saing industri,” kata Jefferson.

Kolaborasi tersebut dinilai menandai pergeseran inisiatif keberlanjutan dari sekadar program tambahan menjadi bagian dari strategi inti dalam operasional industri.

Baca Juga: Prabowo Ingin 100 GW PLTS dalam Tiga Tahun, Butuh Investasi Hingga Rp 1.140 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News