KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) hingga akhir 2026 diperkirakan masih menghadapi sejumlah tantangan. Kenaikan biaya energi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta masih terjadinya kelebihan pasokan (oversupply) di industri semen dinilai berpotensi menekan profitabilitas perseroan. Di tengah tantangan tersebut, INTP terus berupaya memperkuat diversifikasi bisnis. Salah satunya melalui anak usaha perseroan, PT Pionirbeton Industri (PBI), yang resmi menjalin kemitraan dengan PT Cipta Mortar Utama (CMU), bagian dari Saint-Gobain, dengan nilai penanaman modal mencapai Rp 455,04 miliar. INTP juga membentuk perusahaan patungan dengan Mondi Industrial Bag GmbH dengan komposisi kepemilikan 60:40, dengan total investasi yang disalurkan oleh INTP sebesar Rp 535 miliar. Kerja sama ini bertujuan memperkuat ekosistem pengemasan, meningkatkan kualitas produk, serta mendukung efisiensi operasional dalam jangka panjang.
Indocement (INTP) Dibayangi Oversupply dan Biaya Energi, Cek Rekomendasi Sahamnya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) hingga akhir 2026 diperkirakan masih menghadapi sejumlah tantangan. Kenaikan biaya energi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta masih terjadinya kelebihan pasokan (oversupply) di industri semen dinilai berpotensi menekan profitabilitas perseroan. Di tengah tantangan tersebut, INTP terus berupaya memperkuat diversifikasi bisnis. Salah satunya melalui anak usaha perseroan, PT Pionirbeton Industri (PBI), yang resmi menjalin kemitraan dengan PT Cipta Mortar Utama (CMU), bagian dari Saint-Gobain, dengan nilai penanaman modal mencapai Rp 455,04 miliar. INTP juga membentuk perusahaan patungan dengan Mondi Industrial Bag GmbH dengan komposisi kepemilikan 60:40, dengan total investasi yang disalurkan oleh INTP sebesar Rp 535 miliar. Kerja sama ini bertujuan memperkuat ekosistem pengemasan, meningkatkan kualitas produk, serta mendukung efisiensi operasional dalam jangka panjang.
TAG: