Indocement (INTP) menargetkan pertumbuhan penjualan semen tahun ini sebesar 4%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melaporkan penjualan semen mencapai hampir 1.4 juta ton di bulan Januari 2021. Antonius Marcos, Sekretaris Perusahaan Indocement mengatakan, pencapaian ini sedikit lebih baik dari pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

Marcos melanjutkan, pencapaian ini tidak terlepas dari curah hujan cukup tinggi di Januari 2021. Akan tetapi, curah hujan ini tidak sampai menyebabkan banjir di ibukota seperti tahun lalu. Banjir baru terjadi pada minggu lalu.

Secara bulanan, penjualan di periode Januari ini memang menurun dari realisasi penjualan pada Desember 2020 yang kala itu mencapai 1,5 juta ton. Namun, Marcos mengatakan, penjualan pada Desember memang tidak bisa dibandingkan dengan bulan Januari.


Di bulan Desember biasanya penjualan akan selalu lebih besar dari Januari. Hal ini karena di akhir tahun semua proyek cenderung untuk mengejar target penyelesaian sehingga berdampak pada volume  penjualan semen.

Baca Juga: Ini sejumlah faktor yang dapat mendorong penjualan semen Indocement (INTP)

Awal-awal tahun biasanya memang penjualan semen cukup dipengaruhi oleh faktor curah hujan yang tinggi. Januari dan Februari biasanya terjadi puncak musim penghujan, dan jika terjadi banjir tentunya akan menghambat distribusi barang termasuk semen. “Tetapi kami memulai Januari ini dengan cukup baik dan semoga berlanjut di bulan-bulan berikutnya,” ujar Marcos kepada Kontan co.id, Selasa (23/2).

Pencapaian penjualan total INTP sepanjang 2020 adalah sebesar kurang lebih 16,5 juta ton. Realisasi ini lebih rendah 8% dibandingkan dengan volume penjualan tahun lalu. Akan tetapi, pencapaian ini masih lebih baik dari penurunan rata-rata industri yang menurun hingga 10%.

Produsen semen kenamaan merk Tiga Roda ini memasang target yang optimistis untuk tahun 2021. INTP mencanangkan pertumbuhan penjualan 4% secara tahunan. Proyeksi ini seiring dengan berjalannya program vaksinasi kepada masyarakat, sehingga optimisme dan pergerakan dunia usaha akan kembali menggeliat.

Selain itu, program Lembaga pengelola investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF) yang dicanangkan oleh pemerintah tentunya akan menjadi katalis yang positif bagi industri semen. “Pabrik-pabrik serta terminal-terminal kami yang tersebar di berbagai daerah adalah dalam posisi yang siap untuk menopang pertumbuhan tersebut,” pungkas Marcos.

Selanjutnya: Pemulihan Ekonomi Akan Dongkrak Penjualan Semen, Ini Rekomendasi Saham SMGR dan INTP

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .