Indocement (INTP) Telah Amankan Pasokan Batubara DMO pada Kuartal Pertama



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mengaku sudah mengamankan pasokan batubara dengan skema domestic market obligation (DMO).

Terpenuhinya pasokan batubara DMO ini tidak terlepas dari strategi INTP yang membeli lebih banyak batubara dengan harga DMO pada akhir tahun 2022.

“Kami tentunya bersyukur pemerintah mengeluarkan assignment letter untuk DMO. Di akhir tahun kami ambil batubara lebih banyak dengan harga DMO, sehingga periode Januari hingga Maret kami punya batubara DMO,” kata Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya dalam paparan publik, Kamis (30/3).


Christian melihat, tahun ini INTP bisa mengumpulkan batubara DMO sekitar 60% sampai 70% dari kebutuhan.

Baca Juga: Indocement (INTP) Targetkan Penjualan Semen Tumbuh hingga 4% Tahun Ini

Proyeksi ini naik dari raihan batubara dengan harga DMO tahun lalu yang hanya 28%. Banyaknya batubara yang dibeli dengan harga DMO diekspektasikan bisa bermuara pada peningkatan kinerja INTP di 2023.

Sebagai gambaran, tahun lalu INTP mengalami kenaikan biaya energi  seiring kenaikan harga batubara yang sangat signifikan. Beban pokok pendapatan pada 2022 meningkat 16,0% dari semula Rp 9,64 triliun menjadi Rp 11,18 triliun karena kenaikan biaya energi.

Tahun 2022 biaya energi memiliki porsi 52% dari total biaya manufaktur INTP. Porsi ini naik dibandingkan dengan biaya energi tahun 2021 yang sebesar 49% dan tahun 2020 sebesar 42%.

Akibat kenaikan biaya energi, emiten produsen semen Tiga Roda ini melakukan tiga kali kenaikan harga di sepanjang tahun 2022. Kenaikan harga jual ini mendorong kenaikan pendapatan neto INTP, meskipun volume penjualan menurun sebesar 2,1% dari tahun 2021.

Baca Juga: Laba Emiten Semen Masih Kokoh di 2022, Pilih Mana, INTP atau SMGR?

Untuk mengurangi penggunaan batubara dan dampak harga batubara yang tinggi, INTP terus meningkatkan pemakaian konsumsi bahan bakar alternatif dari 12,2% pada tahun 2021 menjadi 18,1% pada tahun 2022, termasuk peningkatan penggunaan batubara berkalori rendah atau low calorific value (LCV), dari 88% menjadi 92%.

Adapun INTP menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 2% hingga 4% untuk tahun ini. Angka tersebut sejalan dengan estimasi pertumbuhan penjualan semen domestik nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli