Indofarma dan PNM merilis ramaikan MTN



JAKARTA. Penerbitan surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN) mulai semarak di awal tahun ini. Setidaknya, bakal ada penerbitan MTN senilai Rp 660 miliar dari dua perusahaan.

Salah satunya milik PT Indofarma Tbk. Sekretaris Perusahaan Indofarma Yasser Arafat mengatakan, pihaknya berencana menerbitan MTN senilai Rp 160 miliar pada akhir Januari ini. Surta utang bertenor tiga tahun itu akan menawarkan kupon 11,5%.

Sebagian dana hasil penerbitan MTN tersebut untuk mendanai belanja modal alias capital expenditure (capex) perusahaan. "Sebagian lagi untuk modal kerja," ujarnya,  Kamis (22/1).


Kemudian, Permodalan Nasional Madani (PNM) juga siap menerbitkan MTN di tahun ini. "Kisaran nilainya di atas Rp 500 miliar. Namun informasi detail baru bisa disampaikan setelah RUPS," kata Arief Mulyadi, Executive Vice President I PNM.

Analis Millenium Danatama Asset Management Desmon Silitonga mengatakan, penawaran kupon Indofarma cukup menarik. "Sebab, ada spread sekitar 400 basis poin hingga 450 basis poin dibandingkan dengan surat utang negara (SUN) yang bertenor sama," ujarnya.

Baru-baru ini, Perum Perumnas juga telah menerbitkan MTN I Seri A senilai Rp 145 miliar. Surat utang bertenor empat tahun itu mematok kupon 11,5%. Perusahaan pelat merah ini menjadwalkan pembayaran bunga pertama pada 21 April 2015 mendatang.

Sebelumnya, 15 Januari 2015, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II (Persero) juga merilis MTN Ijarah seri B senilai Rp 27 miliar. Surat utang tersebut bertenor satu tahun 10 bulan, dengan kupon sebesar 13%.

Menurut Desmon, nilai penerbitan MTN akan dipengaruhi kebutuhan investasi perusahaan dan pertimbangan ongkos alias biaya yang lebih terjangkau. Selain emisi utang, perusahaan bisa mencari sumber pendanaan lain seperti perbankan.

Mereka akan menghitung cost (biaya). "Apabila biaya penerbitan MTN lebih tinggi ketimbang pinjaman perbankan, perusahaan tidak akan memaksa untuk menerbitkan dalam jumlah besar," tuturnya.

Direktur PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Vonny Widjaja memperkirakan, penerbitan MTN di tahun 2015 bisa lebih ramai dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, beberapa emiten yang menunda penerbitan pada tahun lalu, berpeluang menerbitkan di tahun ini. Maklum, perusahaan membutuhkan dana untuk melakukan ekspansi.

MTN juga menjadi alternatif sumber pendanaan. Sebab ada ekspektasi suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI rate akan turun.

Penurunan BI rate tersebut akan memicu yield seri acuan obligasi juga menurun. Dampaknya, perusahaan bisa mematok kupon yang lebih rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia