Indofood Sukses Makmur (INDF) siap tebus utang obligasi rupiah VII pada Juni 2019



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) siap melunasi obligasi yang akan jatuh tempo pada tanggal 13 Juni 2019. Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim mengatakan pihaknya mendapatkan fasilitas pinjaman perbankan untuk melunasi Obligasi Rupiah VII INDF.

Meski begitu Anthoni mengatakan tak bisa merinci dari mana sumber pinjaman untuk melunasi obligasi itu. Sebagai informasi, Obligasi Rupiah VII INDF itu yang diterbitkan pada 10 Juni 2014.

Asal tahu saja, dalam laporan keuangan INDF per 31 Maret 2019, obligasi tersebut bernilai Rp 2 triliun dengan bunga 10,125%. Obligasi itu memiliki periode jatuh tempo lima tahun.


Penerbitan obligasi itu digunakan INDF, anggota indeks Kompas100 ini, untuk melakukan refinancing. “Dana itu sudah kami gunakan untuk melunasi obligasi Rupiah V pada bulan Juni 2014,” kata Anthoni dalam RUPS INDF yang diselenggarakan di Indofood Tower, Rabu, (29/5). 

Sedangkan sisanya digunakan untuk pembayaran sebagian utang bank jangka pendek.

Awalnya, INDF akan kembali merilis obligasi senilai Rp 2 triliun pada Juni 2019 ini. Dana yang dihimpun dari obligasi itu disebut akan digunakan untuk melunasi Obligasi Rupiah VII yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.

Namun rencana itu urung dilakukan lantaran perusahaan menilai kondisi pasar akhir-akhir ini kurang baik bagi perusahaan untuk menerbitkan obligasi.

“Kupon yang akan kami rilis bisa dibilang cukup mahal. Dengan kondisi pasar demikian, maka kami putuskan untuk menundanya hingga market kondusif,” jelas Anthoni.

INDF masih memiliki satu utang obligasi senilai Rp 2 triliun yang diterbitkan pada 5 Mei-15 Mei 2017 lalu. Surat utang bertitel Obligasi Rupiah VIII itu memiliki tingkat bunga sebesar 8,7%. 

Meski begitu, obligasi itu baru akan jatuh tempo pada tahun 2022, tepatnya pada 26 Mei 2022.

Sama seperti Obligasi VII, obligasi tersebut digunakan INDF untuk melunasi pinjaman yang ditarik sehubungan pelunasan Obligasi Rupiah VI pada Mei 2017 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi