Indomaret & Alfamart targetkan buka 800 gerai baru



JAKARTA. Bisnis ritel kelas minimarket makin tumbuh subur. Para pebisnis ritel semakin gencar menambah gerainya. Tahun ini, pewaralaba ritel Indomaret dan Alfamart menargetkan penambahan gerai baru masing-masing 800 gerai.

Wiwiek Yusuf, Direktur Pemasaran PT Indomarco Prismatama, pemilik merek Indomaret, mengatakan, 800 gerai baru tersebut akan dibuka di Palembang, Sumatera Selatan; Cirebon, Jawa Barat; dan Makassar, Sulawesi Selatan. Saat ini, jumlah gerai Indomaret mencapai 4.955 gerai dan diharapkan bisa menjadi 5.755 gerai sampai akhir tahun nanti. "Selama Januari sudah berdiri 50 gerai," kata Wiwiek di Jakarta, Selasa (8/2).

Dalam menjalankan bisnisnya itu, Indomaret tidak sendirian. Mereka memberikan kesempatan kepada masyarakat yang berminat menjadi mitra usaha melalui sistem waralaba. "Komposisi waralaba kami tahun lalu sebesar 38%," kata Wiwiek. Sampai akhir tahun nanti, Indomaret menargetkan komposisi waralaba meningkat menjadi 42%.


Untuk mencapai target tersebut, Indomaret akan mengucurkan belanja investasi senilai Rp 400 miliar. Selain membangun gerai baru, Indomaret akan menggunakannya untuk menambah tiga kantor cabang dari 13 cabang yang sudah berdiri. Cabang baru yang akan berdiri tahun 2011 itu berada di Sumatra Selatan, Cirebon dan Makassar. Setiap kantor cabang akan membawahi sekitar 300 gerai.

Saat ini, tiap gerai Indomaret mampu mencetak pendapatan sekitar Rp 10 juta per hari. Jika penghasilan ini dikalikan dengan 4.955 gerai milik Indomaret, maka pendapatan seluruh gerai Indomaret itu bisa mencapai Rp 49,55 miliar per hari.

Langkah ekspansi juga dilakukan oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pemilik merek Alfamart. Manager Direktur Alfamart Pujianto mengatakan, tahun ini pihaknya akan menambah 800 gerai dari 4800 gerai yang sudah berdiri di Indonesia. "Kami juga merencanakan menambah cabang di Sumatra Selatan dan daerah lainnya," kata Pujianto.

Soal pendapatan, Alfamart memasang target pertumbuhan 15%-20%. Untuk mengejar target pertumbuhan tersebut, Pujianto berharap pemerintah daerah mau mempermudah proses perizinan. "Pemerintah daerah semestinya tidak mempersulit perizinan pendirian," harapny

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini