Indonesia apresiasi pengusaha Mesir



JAKARTA. Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi komitmen kerja sama perdagangan dari Delegasi Pengusaha Mesir. Antusiasme pengusaha Mesir untuk menjalin kerja sama dengan pengusaha Indonesia, menunjukkan bahwa produk Indonesia cukup kompetitif dan memiliki kualitas yang baik. Para pengusaha Mesir mengincar sejumlah komoditas seperti ban kendaraan bermotor, produk makanan hasil laut, aki mobil, buah segar, makanan olahan, suku cadang, office furniture, dan alat-alat tulis. "Ini menunjukkan besarnya perhatian Mesir terhadap Indonesia sebagai salah satu mitra dagang terbesarnya," kata Menteri Pedagangan Rachmat Gobel, Selasa (21/4). Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Nus Nuzulia Ishak mengatakan, meski sudah banyak produk Indonesia yang diekspor ke negara Piramida tersebut, namun belum mencerminkan potensi dan peluang yang ada, sehingga perlu terus ditingkatkan. Nus menambahkan, posisi strategis Mesir yang menghubungkan benua Asia, Afrika, dan Eropa dengan adanya terusan Suez dapat dimanfaatkan Indonesia sebagai pintu gerbang perdagangan ke wilayah sekitarnya. ā€œDiharapkan produk ekspor Indonesia tidak hanya sampai ke Mesir, tetapi juga ke negara-negara tetangga Mesir lainnya. Peluang ini harus dapat digarap maksimal oleh para eksportir Indonesia," ujar Nus. Mesir merupakan salah satu mitra utama Indonesia di kawasan Afrika. Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), nilai total perdagangan Indonesia-Mesir pada 2014 mencapai US$ 1,49 miliar, dengan surplus sebesar US$ 1,2 miliar untuk Indonesia. Selama lima tahun terakhir (2010-2014) tren perdagangan kedua negara tercatat sebesar 4,1%. Nilai ekspor Indonesia ke Mesir pada periode Januari-Februari 2015 tercatat sebesar US$ 209,25 juta. Sementara nilai impor Indonesia tercatat sebesar US$ 14,80 juta, sehingga pada periode tersebut Indonesia surplus US$ 194,44 juta. Produk ekspor utama Indonesia ke Mesir meliputi emas, kabel dan konduktor listrik, furnitur, bahan tekstil, pakaian jadi, buah segar, dan tembaga. Sedangkan impor Indonesia dari Mesir, antara lain maizena, gandum, fosfat, kacang kedelai, serta iron ores dan konsentratnya. Hubungan kerja sama bilateral Indonesia-Mesir yang cukup baik ini diharapkan dapat diikuti dengan peningkatan kerja sama perdagangan kedua negara. Kehadiran para pengusaha Mesir pada penyelenggaraan AABS diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret antara pelaku usaha dari kedua negara yang pada akhirnya akan meningkatkan volume perdagangan Indonesia dan Mesir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan