JAKARTA. Impor sosis dan daging olahan, melonjak drastis. Pada tahun lalu, misalnya, impor sosis dan daging olahan melonjak naik hingga 18 kali lipat dari 2012. Hal itu dikonfirmasi oleh Ishana Mahisa, Ketua Umum Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia / National Meat Processors Association (NAMPA). "Fenomena sekarang yang terjadi peningkatan signifikan atas impor daging olahan dan osis," ujar Ishana dalam konferensi pers NAMPA, Rabu (8/7). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dengan kode harmoized system (HS) 1601, nilai impor sosis dan daging olahan pada 2012 adalah sebesar US$ 305.612. Tahun 2013, nilai impornya mencapai US$ 4,52 juta, sedangkan 2014 nilai impor mencapai US$ 5,59 juta. "Nilai impor 2012 ke 2014 naik hingga 18 kali lipat," ujar Ishana.
Indonesia banjir impor daging olahan
JAKARTA. Impor sosis dan daging olahan, melonjak drastis. Pada tahun lalu, misalnya, impor sosis dan daging olahan melonjak naik hingga 18 kali lipat dari 2012. Hal itu dikonfirmasi oleh Ishana Mahisa, Ketua Umum Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia / National Meat Processors Association (NAMPA). "Fenomena sekarang yang terjadi peningkatan signifikan atas impor daging olahan dan osis," ujar Ishana dalam konferensi pers NAMPA, Rabu (8/7). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dengan kode harmoized system (HS) 1601, nilai impor sosis dan daging olahan pada 2012 adalah sebesar US$ 305.612. Tahun 2013, nilai impornya mencapai US$ 4,52 juta, sedangkan 2014 nilai impor mencapai US$ 5,59 juta. "Nilai impor 2012 ke 2014 naik hingga 18 kali lipat," ujar Ishana.