KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Belarus Alexander Lukashenko meluncurkan Roadmap Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026–2030 sebagai kerangka pengembangan hubungan bilateral kedua negara dalam lima tahun ke depan. Peluncuran peta jalan tersebut diumumkan Prabowo dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Menurutnya, dokumen tersebut menjadi wujud komitmen kedua negara untuk membangun kerja sama yang lebih terarah dan menghasilkan manfaat nyata.
Baca Juga: Indonesia Defisit Neraca Dagang, Bantalan Eksternal Ekonomi Indonesia Menipis? “Hari ini kedua negara telah meluncurkan peta jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030 yang akan menjadi kerangka bagi pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan. Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret,” ujar Prabowo. Prabowo mengatakan salah satu fokus utama dalam peta jalan tersebut ialah memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan. Menurutnya, Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk mendukung modernisasi sektor pertanian. Ia menyebut kerja sama akan diarahkan pada pengembangan pertanian modern, penyediaan pupuk, pemanfaatan teknologi pertanian, hingga pengadaan alat-alat berat yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas sektor pangan. “Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk, alat dan teknologi pertanian serta alat berat,” katanya.
Baca Juga: Simak! Ini Postur RAPBN 2027 yang Disahkan DPR dan Pemerintah Selain ketahanan pangan, kedua negara juga sepakat memperluas kemitraan ekonomi guna mendukung agenda pembangunan nasional masing-masing. Kerja sama ke depan akan difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta pengembangan teknologi. Di sektor perdagangan, Prabowo mengapresiasi Belarus yang telah menyelesaikan proses ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Sementara itu, Indonesia juga berkomitmen untuk segera menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian tersebut. Prabowo menilai perjanjian perdagangan tersebut akan membuka peluang yang lebih besar bagi peningkatan arus perdagangan dan investasi antara kedua negara. Ia juga melihat peluang pengembangan investasi melalui skema
joint venture antara pelaku usaha Indonesia dan Belarus, terutama di sektor manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri. Selain sektor ekonomi, Indonesia dan Belarus menyepakati penguatan kerja sama di bidang kesehatan, kebudayaan, sains dan teknologi, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, jasa keuangan, hingga pertahanan. Sejumlah dokumen kerja sama di bidang-bidang tersebut juga ditandatangani oleh delegasi kedua negara.
Prabowo menambahkan Indonesia dan Belarus juga bertukar pandangan mengenai berbagai isu kawasan dan global. Kedua negara, kata dia, memiliki komitmen untuk terus mendukung terciptanya perdamaian serta stabilitas dunia. “Saya yakin momentum ini akan semakin memperkuat kemitraan Indonesia-Belarus dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan hasil nyata yang bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemakmuran kedua rakyat kita,” ujar Prabowo.
Baca Juga: Kas Pemerintah Tertekan pada 2025, Purbaya Sebut Demi Percepatan Pembangunan Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News