KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia bersiap untuk menggunakan teknologi pesawat tanpa awak (drone) untuk mendukung penanaman mangrove seluas 600.000 hektare hingga tahun 2024 mendatang. Para ahli dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marvest), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Aero Terra Indonesia sudah membentuk tim yang menyiapkan rancang bangun drone penebar benih mangrove dari udara. Kemampuan drone penebar benih itu dipamerkan secara virtual pada Rakor Tingkat Menteri dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepahaman Program Kerjasama Penanaman Mangrove melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Selasa 10 Agustus 2021.
Indonesia bersiap gunakan drone untuk tanam mangrove seluas 600.000 hektare
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia bersiap untuk menggunakan teknologi pesawat tanpa awak (drone) untuk mendukung penanaman mangrove seluas 600.000 hektare hingga tahun 2024 mendatang. Para ahli dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marvest), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Aero Terra Indonesia sudah membentuk tim yang menyiapkan rancang bangun drone penebar benih mangrove dari udara. Kemampuan drone penebar benih itu dipamerkan secara virtual pada Rakor Tingkat Menteri dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepahaman Program Kerjasama Penanaman Mangrove melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Selasa 10 Agustus 2021.