KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia mulai mendorong kerja sama industri yang lebih konkret dengan negara-negara anggota BRICS. Penguatan sektor usaha kecil dan menengah (UKM), startup, logistik industri, hingga industri panel surya menjadi sejumlah bidang yang dibidik untuk memperkuat daya saing manufaktur nasional. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, Indonesia melihat BRICS sebagai salah satu wadah untuk memperluas kerja sama industri, khususnya dalam menghadapi perubahan teknologi, dinamika rantai pasok global, dan tuntutan dekarbonisasi industri. "Indonesia memandang BRICS sebagai wadah strategis untuk memperkuat kerja sama yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan industri," ujar Faisol dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: DRMA Ekspansi Bisnis ke BESS, Bidik Peluang dari Ekosistem Kendaraan Listrik Menurut dia, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran kebijakan, tetapi dapat membuka peluang investasi, inovasi, perdagangan, hingga penciptaan lapangan kerja. Hal ini dinilai penting mengingat manufaktur masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia. Pada kuartal I-2026, industri manufaktur berkontribusi lebih dari 19% terhadap produk domestik bruto (PDB), menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta menyumbang lebih dari 82% ekspor nasional. Faisol mengatakan, posisi tersebut menjadi modal bagi Indonesia untuk memperluas keterlibatan industri nasional dalam rantai nilai global melalui kerja sama BRICS. Dalam The 10th Meeting of BRICS Industry Ministers di Jaipur, India, Kamis (6/8/2026), Indonesia membahas empat bidang prioritas melalui BRICS Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR). Keempatnya yakni pengembangan UKM, startup, logistik industri, dan industri panel surya. Di sektor UKM, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong perluasan akses pembiayaan, adopsi teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta akses pasar internasional. Upaya tersebut diarahkan agar industri kecil dan menengah (IKM) dalam negeri dapat masuk lebih jauh ke rantai nilai regional dan global. Kemenperin mencatat IKM mencapai hampir 99,8% dari total unit usaha industri di Indonesia. Sektor ini juga menyerap sekitar 65% tenaga kerja industri dan berkontribusi lebih dari 21% terhadap nilai tambah manufaktur nonmigas. Di sisi lain, penguatan ekosistem startup juga menjadi salah satu peluang kerja sama. Melalui program Startup4Industry, Kemenperin telah menghubungkan lebih dari 2.500 startup dengan pelaku industri, investor, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya. Startup yang terlibat mencakup sejumlah bidang teknologi seperti kecerdasan artifisial (AI), manufaktur cerdas, robotika, teknologi hijau, hingga semikonduktor. "Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam pengembangan BRICS Incubator Network dan BRICS Startup Knowledge Hub sebagai sarana kolaborasi inovasi, investasi, dan pengembangan teknologi di antara negara anggota," kata Faisol. Sementara itu, pada industri panel surya, Indonesia mendorong pengembangan kapasitas manufaktur photovoltaic (PV) untuk mendukung transisi menuju industri rendah karbon sekaligus memperkuat rantai pasok energi bersih. Adapun di sektor logistik industri, Indonesia memperkenalkan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Sistem tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk mengintegrasikan data industri sehingga mendukung perencanaan, efisiensi logistik, dan ketahanan rantai pasok manufaktur.
Baca Juga: Kemenperin Bidik Startup Jadi Mitra Transformasi Industri Manufaktur Ke depan, Indonesia juga membuka peluang kerja sama BRICS di sektor industri hijau, semikonduktor, dan agroindustri. Faisol menyebut ketiga sektor tersebut memiliki posisi strategis dalam meningkatkan daya saing industri nasional. Pemerintah pun akan menjajaki kerja sama lebih konkret melalui sejumlah working group PartNIR dengan mempertimbangkan prioritas nasional. "Indonesia siap menjajaki kerja sama yang lebih konkret melalui berbagai Working Group PartNIR sesuai dengan prioritas dan kepentingan nasional," pungkas Faisol. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News