Indonesia Debitur ADB Terbesar



JAKARTA. Rupanya, Indonesia adalah debitur terbesar Asian Development Bank (ADB). Total jatah pinjaman Indonesia adalah US$ 9,4 miliar. Di urutan kedua bertengger China dengan nilai pinjaman US$ 7,4 miliar dolar, dan India menempati posisi ketiga dengan nilai pinjaman sekitar US$ 4,9 miliar. "Manfaat ADB adanya jumlah pinjaman yang bisa diberikan kepada negara berkembang dengan suatu term dan rate yang jauh lebih murah dibandingkan rate yang berlaku di pasar," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kantor Presiden, Rabu (22/4). Sri Mulyani menjelaskan Indonesia adalah pemegang saham keenam terbesar di ADB senilai 5,43%. Pemegang saham terbesar terbesar Jepang dan Amerika Serikat masing sebesar 15,57%. Kemudian menyusul China di posisi ketiga senilai 6,4%. Sedangkan posisi keempat dan kelima diduduki India dan Australia dengan porsi masing-masing 6,32% dan 5,7%. "Sementara, sisanya sebesar 54,9% tersebar ke 61 negara anggota lainnya," kata Sri Mulyani. Sri Mulyani menambahkan, Aset ADB saat ini adalah US$ 70,5 miliar dengan jumlah total pinjamannya adalah 30,3 miliar dolar AS. Menurut Sri Mulyani dengan pertemuan ADB dari tanggal 2 hingga 5 Mei di Bali nanti akan memberi manfaat buat Indonesia. Pertama adalah bahwa dalam pertemuan ini, ADB akan mencapai suatu kesepakatan yang sangat penting yaitu menaikkan jumlah modalnya atau yang disebut dengan General Capital Increase sebesar 200%. Dengan demikian, kata Sri Mulyani, kondisi itu memungkinkan ADB untuk menaikkan pinjaman kepada berbagai negara di Asia secara cukup signifikan, yaitu sekitar US$13 hingga US$15 miliar dolar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News