Indonesia Fibreboard Industry (IFII) berencana mengerek kapasitas produksi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) sedang melaksanakan studi kelayakan (feasibility study) untuk menambah kapasitas pabrik produk Medium Density Fibreboard (MDF). 

Melansir laporan paparan publik tahunan IFII yang dirilis pada (7/12), manajemen IFII menjelaskan penambahan fasilitas produksi ini akan dibangun di lahan yang tersisa di area pabrik di Sumatera Selatan. Penambahan kapasitas MDF dilakukan untuk mendukung rencana ekspansi pasar IFII di masa yang akan datang. 

Direktur IFII, Ang Andri Pribadi menjelaskan salah satu agenda bisnis IFII di tahun ini adalah penjajakan pengembangan second line produk MDF untuk menambah kapasitas produksi. 


Baca Juga: Efisiensi mendorong laba bersih Semen Indonesia (SMGR) naik jadi Rp 2,79 triliun

"Sampai saat ini kami masih melaksanakan feasibility study terkait investasi lini produksi MDF yang kedua. Hal ini terutama untuk mempelajari jenis mesin yang dipergunakan, pemaparan sumber bahan baku untuk masa depan, segmen pasar  yang dibidik dan jenis pembiayaan yang diperlukan," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (1/3). 

Selain itu, lanjut Andri, IFII sedang mempertimbangkan kemungkinan penggunaan bahan bakar gas sebagai sumber pasokan daya listrik utama untuk fasilitas tambahan. 

Diharapkan dengan penggunaan bahan bakar gas sebagai sumber pasokan listrik, penambahan fasilitas produksi ini bisa menjadi investasi yang ramah lingkungan.  "Apabila rencana ini berjalan dengan lancar, proyek ini bisa dimulai di tahun ini. Diperkirakan pada awal tahun 2023 fasilitas produksi ini sudah bisa beroperasi secara komersial," ungkapnya. 

Di sepanjang tahun ini, IFII menganggarkan belanja modal rutin sekitar Rp 30 miliar (belum terkait dengan penambahan fasilitas baru) untuk sejumlah keperluan di antaranya untuk kendaraan, alat berat, dan mesin. 

Selanjutnya: Indonesia Fibreboard Industry (IFII) bidik pertumbuhan kinerja 10% di 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi