Indonesia Fibreboard Industry (IFII) Optimistis Raih Kenaikan Penjualan Bersih 10%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen pengolahan kayu, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) cukup percaya diri bisa terus meraih kinerja bisnis yang positif sampai akhir tahun nanti.

Direktur Utama Indonesia Fibreboard Industry Heffy Hartono menyampaikan, IFII telah konsisten mencetak pertumbuhan penjualan yang positif dari tahun ke tahun. Tercatat bahwa compound annual growth rate (CAGR) IFII tumbu 31% dari 2012 sampai 2022.

Hingga akhir 2023 nanti, penjualan bersih IFII diproyeksikan naik 10% menjadi Rp 988 miliar. Laba bersih perusahaan juga diperkirakan berada di level yang sama dibandingkan tahun sebelumnya.


Sementara per kuartal III-2023, penjualan bersih IFII naik 6,46% year on year (YoY) menjadi Rp 682,95 miliar. Di sisi lain, laba bersih IFII berkurang 17,25% YoY menjadi Rp 62,51 miliar.

Baca Juga: Indonesia Fibreboard (IFII) Targetkan Ekspor 70% dari Komposisi Penjualan Saat Ini

Optimisme IFII didukung permintaan volume produk Medium Density Fibreboard (MDF) dari Timur Tengah yang melesat secara signifikan atau lebih dari 700% dari tahun 2022 lalu. Beberapa negara Timur Tengah yang menjadi tujuan ekspor IFII antara lain Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yaman.

Di samping itu, beroperasinya fasilitas MDF Line 2 sejak April 2023 membuat produktivitas IFII bertambah. “Fasilitas ini untuk memenuhi tingginya permintaan dari Timur Tengah yang selama ini sulit dipenuhi karena keterbatasan kapasitas produksi,” ujar dia dalam paparan publik, Jumat (1/12).

Tingginya permintaan ekspor MDF dari Timur Tengah diharapkan oleh IFII dapat meminimalisir risiko perlambatan permintaan produk yang sama dari Jepang. Saat ini, permintaan ekspor MDF dari Jepang tersendat oleh faktor belum pulihnya perekonomian negara tersebut.

Mengutip materi paparan publik, Timur Tengah menjadi kawasan tujuan ekspor dengan kontribusi terbesar bagi penjualan bersih IFII hingga kuartal III-2023 dengan realisasi sebesar Rp 262,58 miliar atau melonjak 580,79% YoY.

Kontribusi Timur Tengah terhadap total penjualan bersih IFII dalam sembilan bulan 2023 berada di level 38,45%, padahal per kuartal III-2022 lalu penjualan ekspor ke Timur Tengah hanya berkontribusi sebanyak 6,01% saja.

Sebaliknya, penjualan ekspor IFII ke Jepang turun 34,76% YoY menjadi Rp 225,65 miliar per kuartal III-2023. Kontribusi Jepang terhadap penjualan bersih IFII juga menyusut dari 53,92% per kuartal III-2022 menjadi 33,04% per kuartal III-2023.

 
IFII Chart by TradingView

Di luar Timur Tengah dan Jepang, IFII juga mengekspor produknya ke berbagai negara lain seperti Australia, China, India, Korea Selatan, Malaysia, Myanmar, Filipina, Vietnam, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan lain sebagainya.

Manajemen IFII belum mengungkap target pertumbuhan penjualan dan laba bersih perusahaan untuk tahun 2024. Namun, Heffy yakin kinerja IFII tetap berada dalam jalur yang positif sepanjang tahun depan.

Adanya tren kenaikan suku bunga acuan secara global juga tidak menjadi penghalang bagi IFII dalam meraih kinerja positif. Selain Jepang, sebagian besar negara tujuan ekspor IFII terbukti tetap memiliki permintaan produk olahan kayu yang tinggi.

“Kondisi keuangan kami juga tetap stabil, karena bank-bank yang memberi pinjaman ke perusahaan tidak ikut menaikkan suku bunganya,” tandas Heffy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .