Indonesia Gabung Asean Linkage Tahun 2013



JAKARTA. Indonesia tampaknya masih enggan untuk segera tergabung dalam sistem bursa saham terpadu se-Asia Tenggara, atau biasa disebut ASEAN Linkage. Meskipun beberapa negara ASEAN seperti Singapura, Thailand, Malaysia dan Filiphina telah berkomitmen akan ikut ASEAN Linkage pada 2011, namun otoritas pasar modal kita memutuskan tidak ikut rencana para negara tetangga tersebut.
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany bilang, otoriras pasar modal mengusulkan Indonesia baru gabung pada tahun 2013. "Itu juga masih kemungkinan. Artinya, bisa saja tidak pada 2013. Kita lihat saja nantii setelah tahun 2013, apakah ASEAN Linkage akan menguntungkan kita atau tidak," ujarnya, akhir pekan lalu.
Menurut Fuad, Indonesia harus benar-benar mempertimbangkan rencana tersebut. Sebab, dengan bermodalkan pangsa pasar domestik yang lebih luas ketimbang negara ASEAN lainnya, Indonesia memang menjadi incaran para pelaku usaha pasar modal di Asia Tenggara.
Belum lagi, bila mempertimbangkan mengkilapnya kinerja emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun ini. Kondisi ini semakin meyakinkan para investor untuk menjadikan bursa saham kita sebagai ladang investasinya. "Keuntungan yamg kita miliki ini jangan sampai diambil oleh megara lain. Jadi kita harus hati-hati," ujar Fuad.
Adapun kesepakatan yang telah diperoleh para menteri keuangan ASEAN dalam konsep Regional Capital Market Intergrity (RCMI) untuk 2015, menurut Fuad itu bukan suatu keharusan untuk segera tergabung dalam ASEAN Linkage. Sebab, Indonesia bisa meminta RCMI tidak menerapkan sistem integritas secara penuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Test Test