JAKARTA. Yuswohady, pengamat bisnis, pemasaran dan merek mengatakan keberadaan merek Indonesia di dalam negeri ibarat kanker yang sudah stadium empat. Pasalnya hampir semua produk mulai dari urusan dapur sampai kamar mandi diserbu merek asing. "Kita sama-sama lihat kenyataan bahwa Indonesia itu diserbu produk merek stadium empat. Kita lihat di kamar mandi, itu semua adalah brand asing. Di dapur juga begitu, mereknya dari Amerika Serikat, air minum dari Prancis, kecap dari Inggris. Dari brand untuk kamar mandi sampai dapur. Di ruang tamu, televisi dari Jepang dan Korea," ujar Yuswohady saat memberikan sambutan dalam acara Indonesia Brand Forum 2015, pada Rabu (20/5). Kenyataan bahwa konsumen dalam negeri dikelilingi merek asing adalah kondisi yang mengerikan. "Ini ibarat penyakit kanker sudah stadium empat," ujar Yuswohady. Ia mengatakan Indonesia belum merdeka soal merek.
Indonesia kian diserbu merek asing
JAKARTA. Yuswohady, pengamat bisnis, pemasaran dan merek mengatakan keberadaan merek Indonesia di dalam negeri ibarat kanker yang sudah stadium empat. Pasalnya hampir semua produk mulai dari urusan dapur sampai kamar mandi diserbu merek asing. "Kita sama-sama lihat kenyataan bahwa Indonesia itu diserbu produk merek stadium empat. Kita lihat di kamar mandi, itu semua adalah brand asing. Di dapur juga begitu, mereknya dari Amerika Serikat, air minum dari Prancis, kecap dari Inggris. Dari brand untuk kamar mandi sampai dapur. Di ruang tamu, televisi dari Jepang dan Korea," ujar Yuswohady saat memberikan sambutan dalam acara Indonesia Brand Forum 2015, pada Rabu (20/5). Kenyataan bahwa konsumen dalam negeri dikelilingi merek asing adalah kondisi yang mengerikan. "Ini ibarat penyakit kanker sudah stadium empat," ujar Yuswohady. Ia mengatakan Indonesia belum merdeka soal merek.