Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Internet Termurah di Dunia



KONTAN.CO.ID - Indonesia masuk dalam jajaran negara dengan internet termurah di dunia pada 2026.

Berdasarkan laporan terbaru Broadband Genie yang dirilis pada Juni 2026, rata-rata biaya berlangganan internet tetap (fixed broadband) di Indonesia hanya US$10,66 atau sekitar Rp191.880 per bulan.

Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 dunia sebagai negara dengan biaya internet broadband paling terjangkau.


Baca Juga: Daftar Negara dengan Internet Termahal di Dunia, Tembus Rp6,7 Juta per Bulan

Daftar Negara dengan Internet Termurah di Dunia

Berikut adalah daftar 15 negara dengan biaya internet termurah di dunia tahun 2026:

No. Negara Biaya per Bulan Estimasi Rupiah
1 Iran US$2,61 Rp46.980
2 Ukraina US$5,35 Rp96.300
3 Ethiopia US$6,46 Rp116.280
4 Bangladesh US$7,38 Rp132.840
5 Mongolia US$7,41 Rp133.380
6 Mesir US$7,91 Rp142.380
7 Rumania US$8,19 Rp147.420
8 India US$8,82 Rp158.760
9 Nepal US$9,22 Rp165.960
10 Rusia US$9,71 Rp174.780
11 Vietnam US$10,24 Rp184.320
12 Indonesia US$10,66 Rp191.880
13 Uzbekistan US$12,03 Rp216.540
14 Kirgizstan US$13,95 Rp251.100
15 Lebanon US$14,23 Rp256.140
Laporan Broadband Genie tersebut membandingkan rata-rata biaya langganan internet tetap di berbagai negara sepanjang 2026.

Hasilnya, Iran menjadi negara dengan internet termurah di dunia. Rata-rata biaya berlangganan broadband di negara tersebut hanya US$2,61 atau sekitar Rp46.980 per bulan.

Posisi berikutnya ditempati Ukraina dengan biaya US$5,35 atau sekitar Rp96.300, disusul Ethiopia sebesar US$6,46 atau sekitar Rp116.280 per bulan.

Sementara itu, Indonesia berada di posisi ke-12 dengan biaya rata-rata US$10,66 per bulan atau sekitar Rp191.880.

Baca Juga: Daftar Harga iPhone 17 Pro di Berbagai Negara, Turki Paling Mahal

Mengapa Biaya Internet di Indonesia Tergolong Murah?

Meski laporan Broadband Genie tidak mengulas penyebab khusus untuk Indonesia, harga internet di suatu negara umumnya dipengaruhi oleh tingkat persaingan antaroperator, investasi jaringan, biaya pembangunan infrastruktur, hingga kebijakan pemerintah di sektor telekomunikasi.

Visual Capitalist juga menjelaskan bahwa semakin banyak penyedia layanan yang bersaing, semakin besar pula peluang konsumen mendapatkan paket internet dengan harga yang kompetitif.

Perbedaan harga internet di setiap negara tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan operator, tetapi juga kondisi geografis dan infrastruktur digital.

Sekitar 99% lalu lintas internet global masih bergantung pada jaringan kabel bawah laut.

Negara yang berada jauh dari jalur utama kabel tersebut umumnya membutuhkan biaya investasi lebih besar untuk membangun konektivitas, sehingga tarif internet yang dibayar pelanggan juga cenderung lebih tinggi.

Baca Juga: Daftar Negara ASEAN Berdasarkan Pendapatan versi Bank Dunia, Posisi Indonesia?

TAG: