Indonesia optimistis mengisi kebutuhan udang di AS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia optimis akan mengisi penurunan pasokan udang di Amerika Serikat (AS). Saat ini, AS berencana menerapkan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) terhadap komoditas udang dari India dan Vietnam.

"Rencana tersebut akan berdampak positif karena Indonesia akan mengisi penurunan produk sejenis dari negara lain," ujar Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo, Senin (26/3).

AS diakui sebagai negara tujuan ekspor udang terbesar bagi Indonesia. Nilanto bilang, ekspor udang Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di pasar AS.


Indonesia berada di peringkat kedua setelah India sebagai eksportir udang terbesar ke AS. Kalahnya Indonesia dikarenakan harga udang India lebih murah.

Penerapan kebijakan di AS tersebut diharapkan akan meningkatkan ekspor Indonesia. Tahun 2017, ekspor perikanan Indonesia diuntungkan oleh tingginya harga.

"Volume ekspor diperkirakan juga akan meningkat tahun 2018," terang Nilanto.

Nilanto pun mengaku tidak khawatir Indonesia akan ikut dituduh melakukan dumping oleh AS. Dia bilang udang asal Indonesia telah memenuhi persyaratan dari AS.

Mengenai kekhawatiran adanya eksportir yang melakukan pembelian udang dari India untuk diubah dokumen membuat keamanan akan diperketat.

"Kita akan kerjasama dengan bea cukai agar mengawasi jangan sampai ganti packing di Indonesia," jelas Nilanto.

Meski begitu Nilanto belum bisa memastikan jumlah peningkatan ekspor udang ke AS akibat adanya BMAD. Nilanto bilang, minimal begitu turun, udang Indonesia akan masuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News